MalangPost - Dokter Alfa Seniman Lukis Syariah Madzab Naturalis Ekspresionis

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Dokter Alfa Seniman Lukis Syariah Madzab Naturalis Ekspresionis

Selasa, 07 Jul 2020, Dibaca : 3099 Kali

MALANG - Kesibukan sebagai dokter spesialis mata membuat talenta yang dimiliki seorang dr. Alfa Sylvestris, SpM, bidang seni rupa semakin tampak hakekatnya. Setelah lama bermain dengan cat air dalam kertas gambar sekarang sudah merambah menjadi seorang seniman lukis Sclupture Painting, plaster on wood.  Menariknya dr. Alfa Sylvestris, SpM, melukis dengan koridor syariat Islam.

 

“Saya mulai memperdalam agama Islam sekitar tahun 2011 mengetahui batas-batas syariat untuk berkarya seni rupa. Seperti tidak boleh menggambar mahluk bernyawa. Syariat hanya memperbolehkan menggambar flora dan pemandangan,” begitulah Alfa Sylvestris, opening story wawancara dengan wartawan Malang Post.

 

Sejak usia dini, lanjut dr Alfa-begitu nama panggilan Alfa Sylvestris-talenta seni rupa sudah muncul dalam hidupnya. Saat itu dr Alfa sudah menuangkan warna cat air dalam goresan kertas hingga lulus sebagai dokter sekitar tahun 2010 meninggalkan cat air menggunakan akrilik kanvas. Mulai mengerti batasan syariat hingga sekarang menekuni seni rupa sebagai karya dakwah menuju kebaikan akherat.

Diungkapkan dr Alfa setiap karya lukisan dari goresan jarinya selalu mempunyai kisah nyata atau makna. Wajar saja jika lukisan dr Alfa cenderung mengarah pada “madzab” naturalis ekspresionis. Tak puas dengan karya akrilik, dr Alfa mengembangkan talenta seni rupa dengan metode Sclupture Painting. Sebuah tehnik lukis modern tiga dimensi yang langsung dipelajari dari seorang seniman asal Rusia. Bahkan dr Alfa masih menambah ilmu lukis tiga dimensi ini ke salah satu seniman berlisensi asal Surabaya. Kerjasama terjadi, dr Alfa mendapatkan lisensi sebagai co-distributor bahan-bahan  Sclupture Painting plaster on wood, untuk wilayah Malang dan sekitarnya.

 

Menginspirasi dr Alfa, akhirnya mendirikan Aplle Rose Craft and Painting yang berada di Jl. Venus, Tlogomas, Kota Malang. Sehingga masyarakat yang membutuhkan bahan lukisan 3 dimensi dapat membeli di tempat ini. Meski begitu, dr Alfa merasa sedikit khawatir dengan lukisan tiga dimensi sebab bentuknya tersusun sebagai patung. Itu sebabnya ada ciri khusus yang dibubuhkan yaitu kaligrafi. “Sekarang saya mengerjakan keduanya lukisan akrilik dan sculpture. Meskipun sedikit menemui kesulitan dari kuas ke pisau peled, namun hasilnya tetap maksimal,” kata dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang ini.

 

dr Alfa lantas mengisahkan selama melukis banyak kolega yang apresiasi karyanya. Salah satu karya berjudul Surabaya Cherry Blossom bahkan didedikasikan untuk para pejuang medis melawan covid19. Bukan itu saja karya lukisan berjudul Sandya-Kala juga bercerita tentang waktu senja antara Ashar menuju Maghrib sebagai waktu mustajabah berdoa. Waktu yang dibutuhkan saat melukis rata-rata sekitar 1 jam sudah termasuk finishingnya. Pertimbangan lebar kanvas yang akan dilukis juga sedikit mempengaruhi lama waktu lukisan.

Rencana ke depan? dr Alfa menyebutkan akan menggelar kegiatan lelang lukisannya untuk kegiatan amal. Hasil lelang lukisan tersebut akan diserahkan kepada Lazismu atau badan amal. (don)

Editor : Redaksi
Penulis : doni