Dobrak Stigma Negatif

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 01 Okt 2019, dibaca : 378 , bagus, asa

Gadis kelahiran Bau Bau Sulawesi Tenggara ini meraih prestasi sebagai seorang Disk Jockey (DJ). Adalah Ghanies Amany, yang menekuni hobinya tersebut sejak masih duduk di bangku SMP. Hingga saat ini, gadis yang akrab disapa Ghanies ini telah berhasil meraih sejumlah prestasi. Yang terbaru, ia berhasil meraih Juara 2 Female DJ Competition 2019.
"Memang tidak bisa dipungkiri ya, yang menurut orang negatif padahal kalau di luar negeri DJ itu mainnya di kedutaan” tegasnya
Caranya mendobrak stigma negatif masyarakat itu dengan membuktikan skill DJ-nya. Ia sering selipkan beberapa trik atau skill yang tidak cuma mixing saja. Tapi juga benar-benar memakai effect  karena memang menguasai alatnya.
Ghanies sebelumnya sudah meraih beberapa prestasi sebagai seorang DJ. Yakni mulai dari Runner Up 2 Iam DJ Hunt Malang hingga Clubmix Category Top 10 Iceperience Jakarta. Namun meskipun telah berhasil menunjukkan kemampuannya hingga meraih berbagai prestasi tersebut, Ghanies menceritakan bahwa dirinya masih mendapat pandangan negatif dari sejumlah pihak.
"Jadi meskipun aku sudah berdandan sopan tetap saja sering dianggap negatif sama orang sekeliling aku. Apalagi pas dulu sekolah sering dianggap kurang bener dari beberapa pihak. Padahal untuk setiap perform juga aku selalu pakai pakaian yang sopan dan sesuai style gadis-gadis seusiaku," ungkap gadis lulusan SMA Katolik Dempo ini.
Namun Ghanies sendiri tak kehilangan semangat meskipun masih mendapat stigma tersebut dari masyarakat. Ia justru memilih lebih fokus meningkatkan skillnya dengan terus meningkatkan jam latihan, serta terus berupaya untuk mengikuti berbagai kompetisi. "Aku sih cuek aja. Makanya aku ngejar lomba ini itu, terus belajar produce. Jadi silahkan dikepoin aja prestasiku. Karena bagi aku kalau sudah berani lomba pasti skillnya matang dan punya mental siap," tegas kata gadis kelahiran tahun 2001 ini.
Selain itu, pilihan Ghanies untuk tetap menekuni sebagai seorang DJ adalah karena ia memiliki sosok inspiratif, sehingga membuatnya terus termotivasi. “DJ yang aku suka banget itu DJ Talisa. Keren banget dia DJ perempuan skillnya jago sampai kancah internasional. Sampai menang Redbull Style mewakili Indonesia,” terangnya.
Untuk keahliannya, Ghanies berguru kepada DJ Sam, yang membuatnya suka genre trance. Ia berguru  karena dulu sering mendengarkan DJ Sam  di radio. Tak hanya itu, Ghanies juga menyampaikan sosok menginspirasi lainnya yaitu sang mentor DJ Yoga Fisthiano. Menurut Ghanies mentornya tersebut memiliki skill yang keren. Benar-benar mengetahui struktur lagu dan crowd. Sedang dari luar negeri, Ghanies menyebut bahwa ia sangat termotivasi oleh DJ Martin Garrix, karena sejak awal belajar sebagai seorang DJ, Ghanies suka dengan genre elektro yang dibawakannya.
Awal menekuni hobinya tersebut, ia diarahkan oleh gurunya ketika masih duduk di bangku SMP untuk membuat sebuah lagu. Motivasi awalnya karena suka belajar sesuatu hal yang baru.
“Terus guruku bilang memang aku ada potensi dan progresnya bagus. Dari SMP aku diarahin guruku juga buat produce lagu," katanya.
Namun Ghanies sendiri baru bisa memenuhi target mengikuti lomba pada saat duduk di bangku kelas tiga SMA. Alasannya karena ia sendiri masih membutuhkan waktu untuk memgumpulkan rasa percaya diri.
"Pas SMA kelas 3  baru percaya diri dan baru benar-benar fokus latihan. Karena persiapan lombanya banyak banget. Pertama kali langsung juara 3, terus aku coba lagi submit video dan lolos 10 besar Iceperience di Jakarta itu, seneng bisa ketmu banyak DJ DJ keren," jelasnya.
Hingga saat ini Ghanies sering tampil diberbagai kegiatan even mulai dari Pensi dan langganan diundang oleh berbagai event sekolah.
"Lebih sering di Pensi, Markarasta 2015, Kickfest 2015, Pensi SMA 6, SMP 5, SMA 5, kalau belakangan ini baru di ACC mami sudah boleh buat main di club. Berikutnya di bakal main di Rui Lounge Surabaya November mendatang sama Kowloow pas bulan Oktober," lanjutnya.
Ke depannya, Ghanies menyebut ia akan terus mengembangkan skillnya untuk memproduce lagu. Sebab ia sendiri juga sudah memiliki kemampuan untuk memainkan berbagai alat musik seperti piano, biola, drum, hingga gitar.
"Aku sebenarnya buat ke depan nggak cuma pengen jadi DJ aja. Aku pengen ke arah produce dan remixer karena umurku di entertain gak mungkin lama. Kalau aku jadi DJ gitu-gitu aja, pasti kalah sama yang lain. Itu pasti kalau aku nggak punya sesuatu karya yang berbeda," tutupnya.(asa/ary)



Selasa, 22 Okt 2019

Aktif di Herky Ladies Band

Minggu, 20 Okt 2019

Belajar Menjadi Barista

Sabtu, 19 Okt 2019

Lebih Teratur dan Terjadwal

Loading...