Ditusuk Bagian Dada, Tewas di Ladang Tebu | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Ditusuk Bagian Dada, Tewas di Ladang Tebu

Senin, 09 Sep 2019,

MALANG - Warga sekitar Dusun Penjalinan Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi, Senin (9/9) siang gempar. Warga heboh dengan penemuan mayat dengan luka tusuk di dada sebelah kanan di lahan tebu yang berada di belakang rumah milik Plt. Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi.
Korban diketahui bernama Misnan, warga setempat. Jenazahnya ditemukan terlentang di tengah lahan tebu. Dugaan kuat korban tewas akibat dibunuh. Selain luka tusuk, dari mulut korban juga mengeluarkan darah yang sudah mengering.
Dari penyisiran petugas di TKP, ditemukan sepasang sandal jepit milik korban. Lokasinya  berjarak sekitar 200 meter dari lokasi korban ditemukan meninggal dunia. "Tadi sandalnya ditemukan di lokasi lahan berbeda. Jaraknya sekitar 200 meter dari korban ditemukan," ujar Kanit Binmas Polsek Gondanglegi, Iptu Sumarno.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda memastikan bahwa korban meninggal dugaan dibunuh. Pasalnya dari hasil olah TP TKP pada tubuh korban, ditemukan luka tusuk pada dada sebelah kanan.
"Hasil olah TP TKP, ada satu luka tusuk di dada sebelah kanan. Namun untuk penyebab kematiannya, kami menunggu hasil otopsi," jelas Adrian Wimbarda.
Belum bisa dipastikan, luka tusuk tersebut karena tusukan senjata jenis apa. Polisi masih menyelidiki dengan menyisir lokasi untuk mencari bukti tambahan. "Kami sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Selain meminta keterangan keluarga, juga meminta keterangan saksi warga," ujarnya.
Setelah dilakukan olah TKP dan identifikasi, jenazah Misnan, 35, langsung dievakuasi ke kamar mayat (KM) RSSA Malang. "Kami mintakan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," lanjutnya saat memimpin olah TKP kemarin.
Dari hasil olah TKP, lanjut Adrian, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Selain sepasang sandal jepit milik korban yang ditemukan berjarak 200 meter, juga sebuah senter milik korban dan bercak darah yang bercecer. "Sekarang kami masih mendalami kasusnya. Anggota sudah saya minta untuk menggali informasi dari beberapa saksi," tuturnya.
Selain olah TKP dengan mendatangkan Tim Identifikasi Polres Malang, polisi juga akan mendatangkan Tim K-9. Anjing pelacak akan didatangkan untuk mengendus jejak pelaku sekaligus mencari bukti tambahan.
"Setelah ini ada olah TKP kedua, dengan mendatangkan anjing pelacak. Tim sudah kami hubungi, dan masih dalam perjalanan," jelasnya.
Informasi yang dihimpun di keluarga korban menyebutkan, Minggu (8/9) malam setelah Maghrib, korban berpamitan keluar mencari burung puyuh. Korban berangkat bersama dengan temannya Ahmad. Biasanya pukul 22.00, korban sudah pulang dan membawa hasil burung puyuh. Tetapi, malam itu tidak pulang. "Keluarga yang mencari akhirnya menemukan korban sudah meninggal dunia di lahan tebu," pungkasnya.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : agung

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...