Ditinggal Tidur, Motor Amblas | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 13 Okt 2019, dibaca : 396 , halim, fino

MALANG – Ini peringatan bagi mahasiswa pendatang saat memarkir motornya. Meski Polres Makota getol memburu pelaku curanmor, jaringan kejahatan pencurian motor masih berkeliaran secara sembunyi-sembunyi. Terbukti, sebuah motor di depan rumah kos Jalan Bunga Andong Selatan Kecamatan Lowokwaru, amblas digondol maling.
Sampai Minggu , Satreskrim Polres Makota masih terus memburu petunjuk untuk mengungkap kasus ini. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Jumat (11/10) lalu. Korban pemilik motor adalah M Rauf, 20, warga Bontang, tinggal di rumah kos Jalan Bunga Andong Selatan.
Kronologi kejadiannya, korban baru saja pulang dari membeli makan, sekitar pukul 21.30. Dia memarkir motor Honda N 3451 EEY warna cokelat hitam di depan teras rumah kosnya. Dia mengunci stang setir motor lalu masuk ke dalam rumah kos. Keesokan harinya, korban bangun tidur dan hendak berangkat kuliah.
Tapi, begitu keluar dari kos sekitar pukul 09.30, dia melihat motornya sudah hilang. Dia berupaya mencari ke sekitar kos-kosan. Korban juga bertanya kepada orang-orang sekitar kos. Namun, tidak ada saksi yang melihat kendaraan miliknya. Pada sore harinya, korban langsung mendatangi Polres Makota.
Dia masuk ke SPKT dan mengadukan peristiwa pencurian ini. Korban mengaku rugi sampai Rp 18 juta akibat pencurian motor yang biasa dia gunakan untuk kuliah. Laporan tersebut langsung diterima oleh SPKT, untuk diteruskan kepada Satreskrim Polres Makota. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan adanya laporan ini.
“Benar, ada laporan masuk soal kejadian ini. Petugas Satreskrim sedang dalam proses penyelidikan,” ujar Marhaeni kepada Malang Post, Minggu. Dari hasil analisa sementara, modus yang paling mungkin digunakan, adalah merusak rumah kunci dengan letter T, lalu kabur dari lokasi.
Pelaku diduga juga mudah mengambil motor tersebut, karena korban tidak memasang kunci ganda atau alarm. Sesuai instruksi Kapolres Makota AKBP Dony Alexander, Marhaeni mengimbau masyarakat untuk tidak memberi kesempatan pencuri beraksi. Caranya adalah dengan memasang kunci ganda dan kunci rahasia atau alarm.
“Kami harap, warga Kota Malang yang memiliki motor, memakai kunci ganda, lalu memarkir motornya di tempat aman. Kalau parkirnya di dalam teras berpagar, jangan lupa menggembok pagar sebelum istirahat,” tutupnya.(fin/lim)



Loading...