Ditangkap Pedemo, Delapan Polisi Disandera dan Dipajang | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 11 Okt 2019, dibaca : 342 , aim, net

QUITO - Delapan polisi disandera di Ekuador di tengah demonstrasi yang terus berlangsung hingga memaksa pemerintah keluar dari Quito, ibu kota negara itu.  Demonstran memajang tujuh pria dan satu wanita di atas panggung di Quito di hadapan ribuan orang.
Mereka menuntut diakhirinya langkah-langkah penghematan dan pengunduran diri Presiden Ekuador Lenin Moreno, yang menyatakan keadaan darurat pada pekan lalu dan pindah ke kota Guayaquil.
Beberapa tewas dalam aksi unjuk rasa yang berujung kekerasan. Protes dimulai setelah pemerintah mengumumkan diakhirinya subsidi bahan bakar pada minggu lalu, sebagai bagian dari perjanjian pinjaman dengan Dana Moneter Internasional (IMF).
Harga bensin melonjak dan ribuan orang turun ke jalan. Dalam beberapa hari terakhir, pedemo telah mendirikan barikade, menyerbu gedung-gedung dan bentrok dengan pasukan keamanan, yang telah mencoba membubarkan massa dengan gas air mata.
Unjuk rasa di Ekuador telah menjatuhkan tiga presiden dalam beberapa dekade terakhir.
Saat ini para pengunjuk rasa telah menyandera puluhan petugas di berbagai lokasi di Ekuador sejak kerusuhan dimulai.
Kelompok-kelompok telah membentuk barikade di Quito dan bentrok dengan pasukan keamanan, dengan ribuan orang lagi berdatangan ke ibu kota untuk bergabung berunjuk rasa. (oke/aim)



Loading...