MalangPost - Disdikbud Pilih Sistem PPDB Tak Aman

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Disdikbud Pilih Sistem PPDB Tak Aman

Rabu, 03 Jun 2020, Dibaca : 4773 Kali

MALANG - Kacaunya pendaftaran PPDB Jalur Zonasi secara online untuk SD dan SMP negeri karena lemahnya sistem security (keamanan) host website (Disdikbud) Kota Malang, http://ppdb.malangkota.go.id. Hal ini terjadi dikarenakan host website tersebut tidak kuat menampung kecepatan akses yang begitu banyak.

   Baca juga : PPDB Zonasi Kacau, Ratusan Warga Ngluruk Dikbud


Hal ini seharusnya tidak terjadi, jika host website kuat secara kekuatan server. Ini menjadi masalah yang ditemukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang.
Persoalan itu dipaparkan di Komisi A DPRD Kota Malang. Saat bersamaan, Komisi A juga memanggil Disdikbud.

   Baca juga : Janjinya Lancar, Nyatanya Error


Sekretaris Diskominfo Kota Malang Moh Sulthon menjelaskan, aplikasi yang digunakan Disdikbud untuk fasilitas pendaftaran online PPDB tidak masuk atau tersimpan pada web induk pihaknya. Kareana sistem sejak awal difasilitasi sendiri oleh Disdikbud Kota Malang.
"Secara sistem secara awal di Dinas Pendidikan (Dikbud,red). Mereka menggunakan amazon web service (AWS) yang karakteristiknya menyimpan segala data dalam cloud (komputasi awan)," jelas Sulthon.

   Baca juga : Disdikbud Kota Malang Klaim PPDB Lancar


Untuk diketahui,  jika menggunakan sistem cloud, yakni menyimpan data aplikasi pada komputasi awan maka sistem web tersebut berdiri sendiri tanpa induk. Konsekuensinya akan lemah pada tingkat keamanan dan keterbatasan kekuatan akses pada server. Salah satu kelemahan menggunakan sistem cloud computing juga rentan akses retasan atau hacking.


Meskipun Diskominfo Kota Malang mengetahui tidak mendapatkan aktivitas retas atau hacking pada sistem, akan tetapi hal ini menjadi catatan.
"Tadi kami difasilitasi Komisi A juga meminta Disdikbud menyerahkan website atau sistem kepada kami sebagai induk. Sebaiknya memang diserahkan kepada kami agar lebih aman dan kuat," tegas Sulthon.


Saat dipanggil Komisi A, Disdikbud diwakili Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Siti Ratnawati. Namun dia enggan memberi tanggapan saat dimintai wawancara Malang Post usai dipanggil komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu.


Komisi A DPRD Kota Malang meminta Disdikbud menyerahkan website pendaftaran PPDB ke Diskominfo  Kota Malang sebagai host web induk. Hal ini disampaikan Ketua Komisi A, Eddy Widjanarko.
"Setelah tadi kami dengarkan bersama ternyata hanya masalah miss komunuikasi saja. Sebenarnya sudah clear, kami meminta webnya didorong satu server saja ke Kominfo," tegas Eddy.


Ia menambahkan permasalahan pendaftaran PPDB online Kota Malang menjadi catatan serius DPRD Kota Malang untuk segera diselesaikan. Komisi A meminta masalah tersebut langsung dibereskan.
"Jadi tadi sepakat untuk segala metode dan aplikasi diserahkan semuanya ke Diskominfo karena memang lebih besar kapasitas server dan lebih aman," tandas politisi Golkar ini.


Meski begitu menurut pernyataan Dikbud Kota Malang kepada Komisi A, Eddy menegaskan web kembali lancar dan tanpa masalah. Jika pun ada permasalahan dapat segera langsung diatasi. "Tadi dipastikan sudah lancar. Kita pantau juga tiga hari kedepan ini," ujar Eddy.


Ketua Komisi D DPRD Kota Malang H Ahmad Wanedi yang menjadi mitra kerja Disdikbud memberi catatan buruk terhadap kinerja dinas yang dipimpin Dra Zubaidah MM itu. Wanedi mengatakan, kinerja dinas yang berkantor di Jalan Veteran itu harus dievaluasi total.  


Menurut Wanedi, kesalahan PPDB seharusnya tidak lagi dapat ditolerir karena kesalahan yang sama seperti tahun lalu. Wanedi menuntut perbaikan dan jaminan dari Pemkot Malang agar permasalahan ini cepat diselesaikan.
"Ya kami akan evaluasi lagi soal ini. Termasuk bagaimana koordinasi dan sistem penerimaan peserta didik baru secara online ini. Kita tunggu beberapa hari ini jika masih ada lagi masalah akan kami evaluasi lagi," tegas politisi PDI Perjuangan Kota Malang ini. (imm/ica/lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi