MalangPost | Dipandang Sebelah Mata

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Dipandang Sebelah Mata

Minggu, 05 Apr 2020, Dibaca : 312 Kali

KOTA Batu dikenal sebagai pariwisatanya berskala internasional, yang banyak didatangi wisatawan luar kota. Bahkan, mancanegara setiap harinya. Kami mensupport hal itu dan selalu memperkenalkan kota kami kepada tamu-tamu kami dari luar kota, bahkan tamu skateboarding dari manchester dan saint entiene.


Kami sampaikan kepada mereka bahwa kota kami kota wisata. ‘’Oh yeah this beatiful place with your homies skateboarder local,’’ ujar mereka beberapa pekan lalu.
Namun berbanding terbalik dengan apa yang Komunitas Batu Skate harapkan, dengan dipandang sebelah mata di semua kalangan di kota kami.

 

Komunitas kami yang seharusnya terkenal dimata dunia, dengan prestasi dan brand-brand sponsor ternama hanya terlihat sebagai anak yang dianggap merusak fasilitas umum bagi pemerintah kota. Sedangkan kami ini adalah hobi olahraga extreme yang tidak semua orang bisa lakukan. Kami berprestasi, dan dikenal diluar sana, kami menghasilkan, kami berusaha sendiri/biaya pribadi untuk menanmpung teman-teman skate dari luar sana dan ingin lebih berkembang seperti kota kota lain diluar sana.
Hanya sponsor dan media yg memperhatikan kami. Hal yang paling buruk, kita tidak mempunyai tempat yang benar-benar diizinkan untuk berkembang dan selalu bertentangan dengan kalangan yang tidak suka terhadap komunitas kami.


Dengan sedikit keluh kesah, komunitas kami berharap agar pihak Pemkot Batu melihat kami ada, kami butuh skate plaza tempat bermain hobi ini meraih prestasi yang lebih. Rider skateboarding Indonesia yang memperoleh medali emas Asean game asal bali, apakah putra/putri daerahmu tidak ingin seperti itu? (*)

Editor : Redaksi
Penulis : Pembaca