Dinas Perdagangan Gelontor Operasi Pasar Elpiji 3 Kilogram

Sabtu, 21 September 2019

Dinas Perdagangan Gelontor Operasi Pasar Elpiji 3 Kilogram

Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 630 , aim, amanda

MALANG – Ketersediaan tabung elpiji 3 kilogram masih terasa sulit di dapatkan di Kota Malang. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat, karena tidak bisa menghidupkan kompor di rumahnya. Untuk itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang kembali menggelar operasi pasar, Rabu (11/9) di Kantor Kelurahan Bareng dengan menyiapkan sebanyak 560 tabung elpiji melon, Rabu (11/9).
Sekitar pukul 09.00 pagi, satu truk elpiji melon disiagakan di depan kantor kelurahan yang ada di Jalan Kawi. Puluhan warga yang sudah mengetahui informasi tersebut berbondong-bondong datang membawa elpiji kosong untuk ditukarkan. Harga elpiji yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran, yakni Rp 16 ribu per tabung. Di pasaran harga elpiji melon sudah ada yang tembus lebih dari Rp 20 ribu.
Kepala Seksi Stabilitas Harga Disdag Kota Malang, Asih Siswanti mengungkapkan, operasi pasar tersebut dilakukan lantaran banyak laporan, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan terkait kondisi kelangkaan elpiji melon.
“Banyak juga warga yang mengeluh kalau elpiji melon harganya mahal. Untuk itu, kami langsung merespon dengan mengadakan operasi pasar ini,” kata Asih kepada Malang Post.
Operasi tersebut sebelumnya dilakukan di dua kelurahan lain, yakni di Kelurahan Penanggungan dan Sawojajar. Hal ini akan terus dilakukan hingga kondisi harga stabil. “Operasi pasar ini akan terus kami lakukan sampai harga elpiji normal. Bagi siapapun warga yang merasa di lingkungan tempat tinggalnya elpiji mahal dan langka, segera laporkan kepada kami,” tegas dia.
Menurutnya, kelangkaan elpiji melon terjadi lantaran banyaknya permintaan dari  masyarakat. Apalagi, banyak mahasiswa pendatang yang menempuh pendidikan. Sementara, stok dari Pertamina juga tidak berubah. “Ini diluar ekspektasi kami. Permintaan terus bertambah, bahkan melebihi momen lebaran,” terang Asih.
Sementara itu, salah satu warga Bareng, Fitriatus Zahro membeli dua tabung gas untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, selama tiga hari terakhir, ia mencari stok barang namun nihil. “Saya cari kemana-mana, sampai ke daerah Kasin, tapi kosong. Kemudian diberi tahu oleh bu RT kalau ada operrasi pasar, saya langsung datang kesini,:” ujar perempuan berhijab itu.
Untuk mendapatkan tabung elpiji melon, syaratnya sangat mudah, cukup menyodorkan KTP dan warga akan mendapat harga yang lebih murah. “Kalau di tempat saya, sekitar Rp 18 ribu, disini hanya Rp 16 ribu. Satu KTP maksimal beli dua tabung,” tandas dia.(tea/aim)



Sabtu, 21 Sep 2019

Malang Raya Butuh TPA Terpadu

Loading...



MALANG POST - Senam