Digerebek, Bidan Desa dan Oknum Polisi Diarak Warga | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 1860 , halim, net

MALANG POST – Warga Desa Sanganom Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan resah. Sebab, bidan desa setempat, GL, 40, diketahui sedang berdua dengan seorang lelaki yang bukan suaminya. Warga pun langsung menggerebeknya, Senin (26/8) dinihari lalu. Setelah digerebek, baru diketahui lelaki yang sedang bersama GL adalah Bripka D. Oknum polisi di Polsek Nguling Polresta Pasuruan.
Penggerebekan itu dilakukan warga pukul 01.30. Saat itu, warga mengetahui bahwa bidan GL sedang berdua dengan seorang lelaki di dalam rumah dalam keadaan pintu terkunci. Warga pun memastikan, lelaki itu bukan suami GL. Sebab, GL selama ini diketahui menjanda. Warga juga menerima kabar, lelaki yang datang ke rumah GL adalah seorang polisi. Namun, tidak diketahui identitasnya.
Mendapat kabar itu, puluhan warga lantas mendatangi rumah GL yang berada di belakang Pustu Desa Sanganom di Dusun Sansang. Massa yang kalap melihat rumah GL dalam kondisi tertutup.
Warga lantas mengetuk rumah itu. Beberapa saat kemudian, bidan GL membukakan pintu. Saat itu, juga ada D bersama GL. Warga yang kesal langsung menghakimi keduanya. Keduanya diarak ke Balai Desa Sanganom.
Saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, GL menjanda dua kali. Sebelumnya, dia menikah dengan warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling berinisial H. Dari pernikahannya ini, ia dikaruniai seorang putra yang kini kelas 5 SD. Namun, pada 2012 mereka cerai.
Usai cerai dengan H, pada 2015, GL menikah dengan seorang warga Kabupaten Sidoarjo. Pernikahan ini hanya bertahan dua tahun. Dari pernikahan kedua ini, GL mendapatkan dua orang putra.
“Selepas bercerai untuk kedua kalinya, GL sempat dikabarkan menikah lagi. Ini, informasi yang beredar di masyarakat. Namun, hampir tiap bulan pria yang disebut-sebut suami GL ini berbeda-beda,” ungkapnya.
Sepanjang 2019, GL membawa sekitar lima pria berbeda ke rumahnya. Kondisi ini membuat warga resah. Pada malam takbiran Idul Adha, Sabtu (10/8), GL diketahui membawa seorang pria ke rumahnya. Namun, pria ini pulang sekitar pukul 02.00. “Katanya sih suaminya. Makanya, waktu itu masyarakat tidak bergerak dan memilih diam. Pria itu sendiri pulang sekitar pukul 02.00,” sebutnya.
Nah, Senin (26/8) dini hari merupakan puncaknya. GL kembali membawa pria ke rumahnya. Masyarakat yang kesal lantas mendatangi rumah GL. Ternyata GL sedang bersama D yang kesehariannya diketahui merupakan polisi.
Warga yang marah, spontan membuka celana D. Setelah itu, D dan GL diarak sejauh 2 kilometer dari rumah GL di Dusun Sansang menuju balai Desa Sanganom di Dusun Tanjung Anom. Sekitar 30 menit, mereka jalan kaki ke balai desa.
“Untuk menghindari amukan massa, GL dan D sempat diamankan di balai desa sekitar pukul 02.00. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolsek Nguling,” terangnya.
Kades Sanganom Agun membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian itu. Pasalnya, dini hari itu Agun sedang berada di rumahnya.
Tiba-tiba, ia menerima laporan kediaman GL didatangi warga. Demi menghindari tindak anarkis, pihaknya mengamankan GL dan D ke balai desa. Namun, keduanya tidak mengucapkan sepatah kata pun saat ditanya terkait peristiwa itu.
Menurutnya, cukup lama D dan GL di balai Desa Sanganom. Saat amarah warga reda, sekitar subuh atau pukul 04.15, baru mereka dibawa ke Polsek Nguling. Pihaknya pun sempat mendampingi GL dan D saat dibawa ke Mapolsek Nguling. Namun, keterangan yang diberikannya pun sebatas yang ia ketahui. Kepada pihak desa, polisi menyampaikan bahwa GL masih bersuami. Karena itu, ia bisa diproses hukum.
Sementara itu, keduanya juga cukup lama berada di Polsek Nguling. Sampai sekitar tengah hari. Setelah duhur, baru mereka di bawa ke Mapolresta Pasuruan. “Cuma saya katakan pada polisi agar mereka diamankan saja dulu. Masyarakat resah dan tidak ingin melihat wajah mereka di Desa Sanganom. Saat ini mereka sudah di Mapolresta Pasuruan,” sebut Agun.
Kasubbag Humas Polresta Pasuruan AKP Endy Purwanto enggan memberikan keterangan. Endy menjelaskan pihaknya belum mendapatkan izin dari Kapolresta Pasuruan AKBP Agus Sudaryatno. (rdb/lim)



Loading...