DIET Bentoel Group Ekspor Tembakau ke Lima Negara | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 633 , udi, ira

MALANG – Bentoel Group terus melakukan pengembangan. Tidak hanya untuk produk rokok, tapi juga tembakau. Dengan nama Dry Ice Expanded Tobacco (DIET), Bentoul Group terus melakukan ekspor ke lima negara, yaitu Korea, Singapura, Vietnam, Pakistan, Sri Langka.
Perayaan ekspor DIET tersebut digelar Selasa (22/10) di pabrik DIET Bentoel Group, Desa Randuagung. Kegiatan itu dihadiri Presiden Komisaris Independen Bentoel Group Hendro Martowardojo, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang Rudy Hery Kurniawan, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan dan cukai, Kanwil DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) Jatim II, Koento Wijanarko, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Malang, Nurbaeti Munawaroh. ”Pada bulan Oktober ini, pengiriman DIET mencapai 2800 ton,’’ kata Hendro.
Dia mengatakan, capaian tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program ekspor pemerintah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi yang membuat dia sangat bangga, adalah produk DIET dikemas oleh pabrik Bentoel  di Malang, dan diracik atau diolah oleh SDM-SDM andal dari Malang. ”Kehadiran pabrik ini turut membawa nama Malang mendunia karena pabrik di Malang adalah satu-satunya di Asia Pasifik,’’ ujar Hendro.
Dia menguraikan, total ada empat pabrik DIET milik British American Tobacco (BAT) di dunia, yaitu Inggris, Jerman, Mexico dan Indonesia ada di Malang. DIET di Malang melayani Asia Pasifik dan Timur Tengah. ”Semangat yang kami usung adalah “Made in Bentoel” dan “From Malang to the World”. Karena itu, pabrik ini luar biasa,’’ katanya.

   Baca Juga : Bentoel Group Rayakan Ekspor ke-16 Miliar Batang
Pabrik DIET dikatakan Hendro mulai beroperasi tahun 2018. Dengan nilai investasi Rp 293 miliar. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi per tahun hingga 5000 ton. ”Sekarang sudah mencapai 2800 ton, target kami produksi DIET mencapai 3500 hingga akhir tahun mendatang,’’ tambahnya.
Pabrik DIET di Randuagung selain berisi orang-orang yang andal, juga dilengkapi dengan mesin yang andal. Menggunakan teknologi canggih, di pabrik tersebut mampu mengembangkan tembakau hingga 110 persen.
Ditemui disela-sela kegiatan perayaan ekspor DIET, Hendro juga mengatakan sampai dengan saat ini, Bentoel Group sudah memperluas ekspor produknya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan ekspror produk Bentoel Group mencapai 19 negara. Diantaranya Malaysia, Taiwan, Singapura, Hong Kong, dan Kamboja.
Melalui kegiatan ekspor itu, perusahaan ikut berkontribusi untuk meningkatkan neraca ekspor dan mendatangkan devisa bagi negara Indonesia. Selain itu, Bentoel Group juga memberdayakan para petani. Karena tembakau yang diracik untuk produk Bentoel Grup dibeli dari petani Madura, Sumbawa dan beberapa daerah di Indonesia. ”Memang ada yang impor, tapi itu tidak banyak. Paling banyak tembakau dalam negeri,’’ urainya.
Dari tahun ke tahun, perusahaannya telah melakukan investasi dalam pengembangan fasilitas modern berkelas dunia dan menggunakan teknologi terkini untuk peningkatan kapasitas produksi. ”Rentang waktu lima tahun sejak tahun 2013 sampai 2018, perusahaan telah berinvestasi sebesar hampir Rp 5 triliun melalui pengadaan mesin-mesin produksi dan berbagai aset tetap.  Bentoel Group juga berkomitmen mengembangkan keahlian dan kemampuan sumber daya manusianya untuk dapat memenuhi standar internasional dalam pelaksanaan usaha Perusahaan,’’ tandasnya.
Perayaan ekspor DIET, ditandai dengan pemotongan tumpeng. Hendro yang memotong tumpeng memberikan potongannya kepada para pejabat yang hadir. Para pejabat ini juga diajak keliling ke dalam pabrik, didampingi para pejabat dan direksi Bentoel Group, para pejabat  melihat secara langsung proses produksi DIET. Sekitar 15 menit, para pejabat ini kembali ke lokasi perayaan digelar, untuk melakukan ramah tamah. (ira/udi)



Rabu, 13 Nov 2019

Gamis Busana Paling Diminati

Loading...