Dies Natalis ke-40 Tahun Universitas Gajayana Malang

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Dies Natalis ke-40 Tahun Universitas Gajayana Malang

Rabu, 20 Mei 2020, Dibaca : 1371 Kali

MALANG - Memasuki usia yang ke-40 tahun Universitas Gajayana (Uniga) Malang memiliki kesan tersendiri, apalagi momen kali ini bertepatan dengan Covid-19. Perayaan ulang tahun atau Dies Natalis bertema Belajar Dari Covid-19, Berbagi dan Peduli pun harus digelar secara daring dengan menggelar Ngaji Online, Rabu (20/5) .


Meski secara online, kampus ini tak meninggalkan kebiasaan berbagi kepada warga sekitar kampus baik di Merjosaei maupun di Jalan Bogor. Berbagi sudah menjadi rutinitas terutama di malam ganjil selama 10 hari terakhir bulan suci Ramadan.  Rektor Uniga Malang, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM, mengatakan, diusia ke-40 tahun kampusnya terus berupaya memberikan yang terbaik, khususnya bagi mahasiswa dan alumni. Salah satunya dengan memberikan biaya hemat namun lulusan bisa menjadi yang terdepan dari science, knowledge, now how dan skill.
"Kami juga mengupayakan lulusan kami memiliki karakter senyum, salam, sapa, smart, santun dan jujur," kata Prof. Dyah kepada Malang Post.


Dijelaskannya, karakter jujur harus menjadi nomor satu dan wajib dimiliki mahasiswa dan lulusan Uniga. Pasalnya kejujuran akan dicintai dan mendapatkan tempat tersendiri baik dengan Tuhan-Nya, pekerjaan dan lingkungan tempat tinggal.


Kualitas pembelajaran juga harus menjadi yang terdepan dan dipertahankan. Dengan pembelajaran berkualitas maka mahasiswa akan mendapat nilai tambah.
"Kami berharap semua lulusan bisa bekerja di industri 4.0 ini dengan karakter yang dibangun di dalam proses pembelajaran. Dari 15 ribuan alumni Uniga Malang, alhamdulillah tidak ada yang menganggur," jelasnya usai menghadiri Ngaji Online dalam rangka Dies Natalis ke-40 tahun.


Menurutnya, saat ini di tengah pandemic Covud-19 perayaan ulang tahun Uniga Malang dilakukan berbeda.
Sedekah terakhir di bulan suci ini dilakukan pada malam 27 Ramadan, baik berbagi ke masyarakat, anak yatim maupun masjid. Ulang tahun ke-40 ini sangat istimewa karena sivitas akademika Uniga Malang diajak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Kampus ini  ingin punya nilai tambah dengan berbagi kasih sayang ke saudara terdampak Covid-19.
"Meski dalam masa pandemi kami mengatakan ini bukan ancaman tetapi merupakan peluang bagi Uniga Malang untuk maju," jelas Prof. Dyah.


Ditambahkan Ketua Yayasan Pendidikan Gajayana, Dr. Rosidi, MM., Ak, 40 tahun Uniga Malang harus terus mengembangkan baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia serta infrastruktur yang dibutuhkan dalam rangka mendukung kegiatan akademik dan administrasi.
"Mungkin ke depan dengan perkembangan Covid-19, kami pengembangan fisik beralih ke soft yaitu pengembangan sistem yang mendukung terhadap pembelajaran sesuai era industri 4.0 yang akan kami lakukan," jelas Rosidi.


Investasi dalam bentuk fisik akan berlatih ke investasi pengembangan teknologi informasi. Target Uniga Malang kedepan adalah akreditasi harus naik, yayasan pun akan mendukung infrastruktur yang dibutuhkan oleh universitas.
"Tentang pengembangan-pengembangan yang bersifat akademik itu sepenuhnya menjadi otonomi Uniga Malang," tandasnya. (lin/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Linda Elpariyani