Malang Post - Diduga Membangun Tanpa Izin, Rumah Sakit Terkait BRI Diprotes Warga

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Diduga Membangun Tanpa Izin, Rumah Sakit Terkait BRI Diprotes Warga

Selasa, 28 Jan 2020

MALANG - Pembangunan Rumah Sakit di kawasan Jalan Mayjen Panjaitan Betek dipersoalkan warga. Mereka menyebutnya Rumah Sakit BRI, sebab pengelola menggandeng Yayasan Kesejahteraan Pekerja (YKP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Dana Pensiun BRI. Warga memprotes dalam bentuk pemasangan banner di sekitar areal eks RS Ganesha Medika, lokasi rumah sakit tersebut, Senin (27/1).
Beberapa tulisan protes pada banner bertuliskan “BRI wes Miskin, Kok Ngotot Mbangun di Kampung”. Ada lagi banner bertuliskan “Warga Menolak Izin Sulapan Pembangunan RS BRI” ada pula yang bertuliskan “Mari Kerajaan, Sak Iki Rumah Sakit BRI”
Tulisan banner yang membentang sekitar tiga meter ini terpampang jelas. Banner dapat dilihat seluruh pengendara yang lewat di kawasan padat kendaraan tersebut. Banner juga dipasang tepat di depan kawasan area konstruksi eks RS Ganesha Medika tersebut.  Banner protes ini dituliskan oleh warga sekitar, tepatnya warga RT 06 RW 05 Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen.
Hal ini diakui koordinator warga terdampak, Agus Rachmadi saat ditemui Malang Post.  Menurut Agus, sebanyak kurang lebih 10 KK warga, terdampak. Pembangunan RS yang rencananya akan menjadi RS Bhakti Bunda ini, dinilai tidak “kulo nuwun” dengan warga sekitarnya. Artinya, warga tidak dimintai persetujuan dan pemberitahuan apapun berkaitan dengan pembangunannya.
“Kami tidak merasa pernah dimintai izin atau dimintai persetujuan. Tiba-tiba semalam (Minggu malam, 26 Januari, red) sudah masuk alat berat di sana. Rumah saya pas sekali dempet dengan area ini jadi bergetar-getar,” papar Agus.
Menurutnya terdapat sebanyak 10 KK warga yang berdempetan dengan lokasi RS yang akan dibangun ulang tersebut. Warga tidak tahu mengenai rencana pembangunan RS baru tersebut.
Diakui Agus, bangunan ini sebelumnya juga merupakan rumah sakit bernama RS Ganesha Medika. Yang memang sebelumnya sudah dikeluhkan warga. Karena diduga membuang limbah rumah sakit ke kawasan sungai di sekitar pemukiman warga Betek.
“Dulu juga gitu tiba-tiba saja sudah jadi rumah sakit. Ini dulu sebelum jadi rumah sakit sempat jadi hotel juga namanya Hotel Griya Asri,” tegas Agus.
Diketahui Agus, menurut informasi yang didapatnya, izin warga sudah dikantongi pihak rumah sakit. Akan tetapi warga yang dimintai tanda tangan dan izin, bukanlah warga yang benar-benar berada di samping kanan kiri dan depan belakang bangunan.
Padahal ada 10 KK yang langsung berdempetan dengan bangunan yang seharusnya dimintai izin terlebih dahulu. Dan Agus mengakui pihaknya tidak pernah merasa diberi informasi pertemuan dengan warga itu.
“Lha yang diundang malah warga yang agak jauh di sana. Masih satu RT memang tapi mereka gak berhimpitan langsung seperti kita, 10 KK ini,” ungkap Agus kesal.
Alasan menempel banner protes ini pun dilakukan warga, karena pihak rumah sakit  dan pengelola tidak memiliki itikad baik untuk berkomunikasi atas permasalahan ini.  Agus menginginkan adanya penjelasan terlebih dahulu terhadap izin pembangunan tersebut. Minimal melakukan komunikasi terhadap dampak yang dikhawatirkan oleh warga yang memang berhimpitan dengan gedung.
Sementara itu turut menanggapi Ketua RW 05 Kelurahan Penanggungan, Mudakir menjelaskan, pihaknya akan segera mempertemukan warga dengan pihak pengelola bangunan rumah sakit tersebut.
“Kalau kami di RW pada dasarnya hanya ditembusi saja. Yang saya tahu memang ada izin dari warga sekitarnya sudah. Tapi besok (hari ini,red) rencana kami kamu bertemu dengan warga mereka menginginkan apa,” pungkasnya.
Sementara itu, tim Malang Post berusaha mendatangi kantor Rumah Sakit Bhakti Bunda yang berada tidak jauh dari lokasi pembangunan. Namun pihak direksi enggan dimintai keterangan. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu karyawan yang didampingi security.
“Sebaiknya langsung menghubungi consultant kontraktor yang sudah kami tunjuk untuk menangani semuanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat tim ingin menemui Direktur Rumah  Sakit, karyawan tersebut kembali mengungkapkan bahwa pimpinan sedang ada rapat.
“Waktu saya telepon beliau sedang meeting dan saya tidak berani menanyakan lebih lanjut,” tutupnya.
Sementara dari pihak BRI Malang hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi lebih lanjut dan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.(ica/lin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...