Didik Nini Thowok Ngamen, Bantu Seniman Sepuh Kota Malang | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Des 2019,

MALANG - Sosok tinggi, bersanggul, berkebaya dengan make-up yang tebal tiba-tiba membuat suasana Ground Floor Malang Town Square (Matos) meriah. Dialah Didik Nini Thowok, seniman tari yang sedang mengemban misi khusus di Kota Malang. Ia tampil dengan gaya khasnya, kocak nan menghibur. Pengunjung mall langsung berkerumun dan terhibur. Mereka tertawa gembira.

Baca juga :

Petugas Pemberangkatan KA Tewas Tertimpa Pohon

Bupati akan Jadikan RSUD Kanjuruhan Jadi RS Pendidikan

Hujan Badai, Plafon Puskesmas Kromengan Ambrol


Didik  berjalan kemudian tersandung. Kemudian bangun lagi dan menari ala wayang kulit. Kemudian ia mengeluarkan sebuah topeng dan memakainya di wajahnya sembari menari. Dengan topeng yang dikenakan malah membuat setiap gerak-geriknya makin kocak.
Meskipun tidak mengeluarkan kata-kata, tetapi sosok ini terus menghibur. Sesekali ia menari dengan gemulai dan serius. Begitu cekatan gerak tubuhnya sehingga membuat orang yang melihat berdecak kagum.
Didik Hadiprayitno, seniman yang akrab dikenal dengan nama Didik Nini Thowok. Ia beraksi dalam acara Ngamen Bersama Didik Nini Thowok dan Pembakti Seni Budaya Malang Raya di Matos.
Didik melakukannya dengan sukarela dan semua orang dapat menikmati karya seninya tersebut tanpa sepeser biaya. Biasanya, untuk melihat penampilannya, orang rela merogoh kocek agak dalam. Namun, kali ini ia melakukan dengan sukarela, karena memiliki misi khusus.
Didik menari dengan epik dan menghibur dengan tujuan sosial. Yakni melakukan galang donasi untuk seniman-seniman sepuh di Kota Malang.
“Saya memperpanjang waktu tinggal saya satu hari di Kota Malang untuk ini. Saya baru diberi informasi ada seniman sepuh di sini yang sekarang sedang sakit dan butuh bantuan. Jadi saya bilang ayo kita ngamen saja,” papar Didik.
Ia menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kota Malang rencananya hanya satu hari saja mengikuti kegiatan di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang pada Kamis (6/12) lalu.
Seniman sepuh asal Malang yang dimaksud Didik adalah Mbah Matali yang sudah 82 tahun. Ia adalah seniman sepuh pedalangan dan kendang gaya Jawa Timur-an yang saat ini tak bisa beraktivitas setelah terjatuh saat tampil beberapa pekan lalu.
Dikatakan Didik, ia diberi lagi informasi bahwa tidak hanya Mbah Matali saja seniman sepuh yang sedang membutuhkan bantuan. Terdapat dua orang lagi seniman senior Malang yang juga sedang sakit.
Hal inilah yang membuatnya semakin gencar untuk melakukan aksi performance seninya . Tujuannya untuk menggalang dana bantuan yang nantinya akan diberikan langsung untuk perawatan seniman sepuh tadi.
“Saya hanya bisa menari seperti ini. Dukungan saya seperti ini, jika ini bisa membantu saya akan lakukan terus,” terangnya saat ditemui Malang Post.
Apa yang dilakukan Didik ternyata benar-benar menggugah warga Kota Malang. Dalam setengah pertunjukan saja, dana yang terkumpul sudah mencapai sekitar Rp 8 juta juga dari kepedulian warga yang hadir.
Menurut pria kelahiran Temanggung Jawa Tengah ini, seniman sepuh yang sudah tidak bisa menampilkan karya seninya ataupun dalam keadaan sakit dan butuh bantuan. Mereka  tidak hanya ada di Malang saja.
“Saya pernah melakukan ini di Jogjakarta dan Semarang. Sama dengan di sini, kita galang dana bantu seniman yang sudah sepuh. Ya prihatin. Untungnya masih banyak orang yang juga peduli. Selama ada itu saya juga siap bantu,” tandasnya.
Dikatakannya hal ini juga seharusnya menjadi evaluasi atau pertimbangan pemerintah daerah setempat. Seniman yang ada berapapun usianya dalam keadaan apapun perlu diperhatikan dan diberikan porsi dalam pembangunan daerah.
Ia mengakui jika hal ini memang tidak mudah untuk dilakukan Pemda. Akan tetapi jika anggaran sudah direncanakan sejak awal, maka program pemberdayaan seniman sepuh bisa dibuat.
“Paling tidak ada anggarannya. Bagaimana seniman-seniman sepuh ini tidak seperti terlantar. Harus dianggarkan untuk program berguna seperti pemberdayaan dan wadah lainnya bagi mereka,” pungkas Didik.
Ia pun menampilkan tari-tarian tradisional ala Jawa yang seperti bisa dengan gaya kocaknya dipadukan dengan menarik. Selama kurang lebih satu jam ia tampil, selama itu pula donasi terus mengalir dan warga yang melihat terhibur.
Salah satu inisiator kegiatan, Yongki Irawan menjelaskan kegiatan ini memang diinisiasi karena melihat adanya seniman sepuh di Kota Malang yang keadaannya sangat memprihatinkan.
“Kami tahu ada Didik di Malang dan memang ada seniman kita di sini yang butuh bantuan. Sekalian kita mau ajak dia untuk galang dana. Disambut baik sama Didik, jadilah acara ini,” jelas Yongki.
Menurut Yongki, yang juga seniman dan budayawan Malang ini, apa yang dilakukan teman-teman seniman dan budayawan kali ini tidak lain sebagai wujud solidaritas akan kelestarian budaya di wilayah Malang.
Dengan ini tidak hanya seniman sepuh yang terbantu. Tetapi masyarakat secara umum dan juga pemangku kebijakan pemerintah juga dapat menjadi bahan evaluasi Pemda untuk melakukan sesuatu bagi kesejahteraan pelaku seni dimanapun.
Selain Didik Nini Thowok, penampil seni lainnya juga turun. Seperti di antaranya tarian tradisional dari Mak Byar Dance Collaboration Malang, penampilan dari sanggar-sanggar tari membawakan Rampak Barong, penampilan tari seni Kuda Lumping, dan banyak lainnya.(ica/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Sisca





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...