Didik Calon Mekanik Handal Profesional | Malang POST

Rabu, 26 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Didik Calon Mekanik Handal Profesional

Senin, 23 Sep 2019,

MALANG - Kepala SMK Nasional Drs. Mohammad Taufik, M.Pd., mengatakan adanya Teaching Factory berupa Bengkel Mitra Ahass semakin memperkuat tekad SMK Nasional dalam bersaing di era revolusi industri 4.0. Suatu era yang tidak hanya menuntut kemampuan intelektual seseorang, tetapi juga kreativitas, skill dan mampu bekerja sama dalam tim.
"Kami ingin siswa-siswi SMK Nasional turut ambil bagian dalam persaingan dunia industri di era teknologi informasi kedepan," katanya.
Taufik mengungkapkan total biaya untuk membuka Bengkel Mitra Ahass sebagai TeFa di SMK Nasional mencapai lebih dari Rp 400 juta. Sebanyak 200 juta merupakan bantuan dari Subdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan. Sedangkan sisanya digelontor oleh yayasan.
Meskipun begitu, jumlah tersebut terbilang belum cukup untuk mewujudkan bengkel sepeda motor yang berstandar industri profesional. Oleh karena itu, pihaknya masih berupaya mencari tambahan modal untuk mendukung operasional dan keperluan lainnya.
Bengkel Mitra Ahass SMK Nasional rencananya akan didesain dengan konsep milenial. Ruang tunggu nantinya difasilitasi dengan WiFi sehingga customer bisa akses internet sambil menunggu motornya diservis.
Taufik mengungkapkan sasaran pasar untuk Bengkel Mitra Ahass SMK Nasional yaitu 40 persen dari kalangan guru, siswa,  orang tua dan stakeholder sekolah.  Dan 60 persen membidik masyarakat umum.
Untuk kualitas layanan, Taufik menjamin hasilnya tidak kalah dengan bengkel resmi yang lain. Sebab sebagai bengkel mitra, bengkel Ahass SMK Nasional  akan dikawal langsung oleh MPM Sedati Jatim. Dan untuk pendampingan mekanik didukung oleh MPM Honda Sukun.
"Jadi jangan khawatir untuk masalah mutu dan kualitasnya kami dikawal oleh MPM Honda. Termasuk mekanik profesional dan kelengkapan suku cadangnya," ungkapnya.
Tefa sendiri menurutnya adalah industri yang ada di sekolah. Sehingga memudahkan siswa untuk belajar tentang layanan industri. Dengan tujuan dapat melahirkan siswa dengan kemahiran yang dibina langsung oleh industri.
Di akhir tahun pembelajaran, ada uji kompetensi keahlian. Bagi siswa yang lulus, akan mendapatkan sertifikasi keahlian dari MPM. "Sertifikat tersebut sangat berguna untuk masuk dunia industri. Para mekanik handal dan profesional bisa disuplai dari lulusan SMK Nasional," tuturnya.  
General Manager Technical Service Division, Satyo Pranowo mengatakan,  sarana TeFa yang diwujudkan dengan Bengkel Mitra Ahass sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan Teknik Bisnis Sepeda Motor. "Karena yang kami inginkan nantinya  bisa merekrut karyawan yang bisa langsung kerja," katanya.
Oleh karena itu, Bengkel Mitra Ahass di SMK Nasional akan terus mendapatkan pendampingan dari Honda. Sebab selain melayani di internal sekolah, bengkel tersebut juga melayani masyarakat umum yang ingin melakukan perawatan dan perbaikan sepeda motor. "Tetap dilakukan pendampingan sebagai upaya menjaga tingkat purna jual kita ke masyarakat," ungkapnya.
Ia menuturkan di wilayah Jawa Timur  Honda telah membuka 16 TeFa untuk SMK. Salah satunya SMK Nasional, sebagai mitra Ahass selama ini. Kerjasama dengan SMK telah berlangsung lama.
Pendampingan industri pada SMK dimulai dari kurikulum, training guru, standarisasi laboratorium dan membuka kesempatan untuk praktek siswa. "Kerja sama tersebut dilanjutkan dengan program teaching factory ini berupa bengkel mitra ahass, sebagai dukungan terhadap program revitalisasi SMK oleh pemerintah," tuturnya.  (imm/oci)

Editor : rosida
Penulis : imam

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi
Loading...