Dewan Tak Macam-Macam, Pedomannya RPJMD | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 27 Agu 2019, dibaca : 536 , vandri, Sisca

PRIORITAS kerja anggota DPRD Kota Malang periode  2019-2024 memang berbeda-beda.
Ada yang menginginkan perubahan di sana-sini,  ada pula ingin kembali pada akar kerja saja. Mereka menginginkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dewan.
Hal ini terungkap dalam diskusi rutin Malang Post bertajuk ‘Prioritas Kerja DPRD Kota Malang 2019-2024’, Jumat (23/8). Diskusi yang dipimpin Pemred Malang Post Dewi Yuhana ini diikuti perwakilan anggota legislatif dari delapan parpol. Yakni PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN dan Nasdem.
Anggota dewan asal PKB, Arief Wahyudi, SH mengatakan yang terpenting tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. Inilah yang kemudian menjadi pedoman menjalankan tugas dengan berpegang pada tupoksi dewan.  
“Tentu saja tunggakan masa lalu, proyek yang belum selesai yang urgent, harus didorong dan selesai di era kita. Tetapi apa yang akan dilakukan dewan ya patokannya di RPJMD,” tegas Arief.
Ia mencontohkan penganggaran yang merupakan salah satu tupoksi dewan. Melalui tupoksi tersebut, wakil rakyat memiliki kewenangan membahas dan setujui anggaran yang diajukan eksekutif. Hal yang utama dilakukan adalah melihat RPJMD. Ketika apa yang diajukan, misalnya proyek atau kegiatan tidak ada dalam RPJMD, maka tidak akan diloloskan.
Inilah yang dimaksudnya ‘kritis’ kepada eksekutif. Dimana sikap ini saja sudah menjadi modal dalam melaksanakan tupoksi lain dewan yakni pengawasan.
“Jadi apapun yang kita inginkan misalkan pembangunan ini itu harus ada, kalau tidak ada dalam RPJMD ya percuma saja,” tegas wakil rakyat dari dapil Klojen ini.
Politisi senior mantan Ketua Komisi A dan wakil ketua DPRD Kota Malang itu mengingatkan satu hal lagi. Yakni anggota dewan yang baru harus melakukan pemahaman tugas secara utuh. Mengetahui lebih detail soal aturan kedewanan. Hal-hal yang boleh dilakukan, tidak boleh dilakukan, hak hingga kewajiban harus dipahami betul.
Sebab berkaitan dengan profesionalisme kerja anggota dewan.  Prinsip profesionalisme  dalam bertugas menjadi pedoman sehingga tidak lagi mengulangi kesalahan dewan periode sebelumnya (tersangkut kasus,red).
“Yang penting wes ndak korupsi. Kita masuk, susun program kerja. Tidak usah macam-macam, satu macam saja. Kalau komitmen, InsyAllah bisa semua dikerjakan dengan baik. Harus pantas kita menyandang gelar ‘dewan yang terhormat’ itu,” tandasnya.
Sementara anggota DPRD Kota Malang asal Partai Gerindra, Kolonel (Purn) Drs Djoko Hirtono SSTF,  MSi mengungkapkan, prioritas kerja lima tahun kedepan berkaitan dengan kepentingan publik. “Banyak program-program yang belum tuntas. Ini harus diselesaikan,” tegas Djoko.
Purnawirawan perwira menengah (pamen) TNI AD ini mengungkapkan sejumlah program pembangunan yang belum tuntas di pemerintahan sebelumnya. Di antaranya  Islamic Center, proyek Jembatan Kedungkandang, hingga polemik yang muncul akibat Tol Malang-Pandaan (Mapan). Inilah beberapa persoalan yang akan dikawal Gerindra di gedung dewan.
Persoalan terminal di Kota Malang juga menjadi perhatian.  “Kota Malang masih punya terminal kok yang bisa dikembangkan yang masih bisa diefisiensikan. Ini yang masih luput perhatian. Transportasi massal Kota Malang masih bisa dikembangkan lagi dengan kajian trayek baru misalnya,” beber Djoko.
Gerindra memiliki prinsip kerja yang dipegang teguh. Yakni konsep ‘Tiga K’ terdiri dari
‘Kekompakan, Kebersamaan dan Kedisiplinan’. Dengan prinsip ini,  ia meyakini anggota DPRD Kota Malang dapat menjalani tugas kedewanan sesuai tupoksi.  
Visi misi Wali Kota Malang juga akan menjadi landasan kinerja dewan. Karena dalam visi misi, sudah ditentukan program yang akan dikerjakan. Sehingga masuk dalam rencana kerja (renja).
“Tentu dari situ kita sudah bisa mengawasi apa yang telah dikerjakan, apa yang belum, apa yang kurang. Jangan sampai keluar dari visi misi yang ada yakni The Future of Malang,” tukas wakil rakyat dari dapil Blimbing ini.(ica/van/bersambung)



Loading...