Dewan Siap Kawal E-Katalog Bisnis dan Industri 2020 | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 27 Nov 2019,

MALANG - Tepuk tangan riuh memenuhi ruang rapat hall Graha Malang Post dalam penghujung diskusi Prospek Bisnis di Kabupaten Malang 2020 pada Jumat (22/11). Sebab, usai membahas begitu banyak gagasan soal ekonomi dan bisnis Kabupaten Malang tahun depan, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, memberi langkah nyata.

Dengan lantang, Didik menegaskan bakal memberi lampu hijau anggaran e-katalog bisnis bagi Disperindag Kabupaten Malang. Disperindag diwakili Kabid Perdagangan Hasan Tuasikal.
“Tolong dibuat DED, untuk pembuatan e-katalog bisnis dan industri Kabupaten Malang, saya siap memberikan anggarannya di tahun 2020,” ujar Didik dalam diskusi Malang Post Forum.
Kontan saja, para peserta langsung heboh dan memberi tepuk tangan tanda apresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Malang. Hasan yang berada di dalam ruangan, juga tampak emosional dan senang. Karena, sepanjang diskusi, Hasan mencatat begitu banyak ide dan gagasan, masukan juga kritik.
Namun, begitu Ketua DPRD Kabupaten Malang memberikan sinyal positif agar Disperindag Kabupaten Malang membikin e-katalog bisnis dan industri, Hasan langsung tersenyum lebar. Didik tidak serta merta langsung mengungkapkan langkah nyatanya ini dalam diskusi. Selama diskusi, Didik banyak mengulas soal berbagai tantangan bisnis tahun 2020.
Terutama, minimnya sinergi antar OPD Pemkab Malang, dalam mengembangkan konsep bisnis tahun ini dan tahun mendatang, yaitu pariwisata. Didik mencontohkan, pengelolaan pariwisata pantai, belum terintegrasi dan tersinergi dengan Disperindag yang membawahi IKM dengan varian produk andalannya.
“Seharusnya ketika wisatawan datang ke pantai, sudah ada produk IKM di bawah binaan Disperindag yang dimasifkan,” tandas Didik.
Saat ini, pantai-pantai di Kabupaten Malang masih hanya pantai saja. Belum ada upaya maksimal meningkatkan peluang bisnis dan pendistribusian barang oleh-oleh khas Kabupaten Malang.
Padahal, dengan besarnya potensi pariwisata Kabupaten Malang, PAD bisa digenjot tak hanya dari pendapatan tiket masuk, tapi juga penjualan merchandise di area pantai. Jika sudah fokus pada pariwisata laut, maka Didik menganggap persiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung untuk diupayakan.
“Kepariwisataan belum maksimal secara bisnis, harusnya ada tempat atau outlet yang representatif untuk mendukung bisnis pariwisata laut. Perhotelan di kawasan pantai, makanan, barang dan jasa, harus didorong juga untuk memaksimalkan pariwisata laut,” sambung politisi PDI Perjuangan tersebut.
Karena itu, Didik menganggap, besar atau tidaknya peluang bisnis pariwisata di kawasan pantai Kabupaten Malang, harus didukung secara sinergi oleh semua OPD. Jika bicara infrastruktur jalan, maka Dinas Bina Marga harus didorong untuk meningkatkan lebih baik lagi jalur jalan menuju pantai.
Jika bicara produk yang bisa dimasukkan ke rangkaian wisata pantai, maka Disperindag harus bersinergi dengan Disparbud dan PD Jasa Yasa sebagai BUMD pengelola pantai. Lalu, andai bicara soal perhotelan di kawasan pantai, OPD yang terkait dengan izin, wajib bersinergi lintas OPD, untuk mempercepat pembangunan hotel di kawasan pantai.
“Perlu ada keterbukaan dalam investasi dan izin, dan memudahkan pembangunan usaha. Selama ada investor yang ingin masuk dan meningkatkan ekonomi Kabupaten Malang, izin itu nomor 5, asalkan tidak bertentangan dengan tata ruang dan tata wilayah,” tambah pria yang juga ketua partai tersebut.
Dari segi regulasi, Didik menegaskan DPRD Kabupaten Malang siap merevisi aturan yang menghambat potensi pertumbuhan investasi di Kabupaten Malang. Dari sudut pandang yang luas, Didik menganggap kemajuan ekonomi Kabupaten Malang, sangat bergantung pada kreativitas OPD dan anggota dewan.
“OPD harus kreatif dalam merancang program dan anggaran. Anggota dewan juga harus kreatif memandang aturan yang ada. Kira-kira, aturan apa yang menghambat laju ekonomi Kabupaten Malang, untuk dikristalkan. Selain itu, sinergi dengan Malang Raya, sangat vital,” jelas Didik.
Tanpa kawasan Kota Malang dan Kota Batu, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang akan tersendat. Sehingga, komunikasi dan sinergi positif dengan dua wilayah lain di Malang Raya, akan menentukan seberapa cepat laju ekonomi Kabupaten Malang bisa melesat di tahun 2020.
“Secara mikro, DPRD Kabupaten Malang sendiri adalah fasilitator. Sehingga, dalam waktu dekat, saya sudah bilang ke Sekretaris DPRD, untuk pertemukan, antara pengusaha kafe, dan petani kopi Kabupaten Malang, untuk bertemu dalam acara di DPRD,” tegas Didik. Pertemuan ini, akan merangsang sinergi yang lebih intens lagi dalam pengembangan kopi di wilayah Kabupaten Malang.
Namun, setelah membahas semua kondisi bisnis di Kabupaten Malang, Didik beranggapan Kabupaten Malang kekurangan sebuah pusat informasi bisnis yang terintegrasi. Dengan semangat memudahkan investor untuk mendapatkan informasi peluang bisnis di Kabupaten Malang, Didik menginisiasi program pembuatan e-katalog bisnis Disperindag Kabupaten Malang.
Dia meminta Disperindag mempersiapkan sebuah ensiklopedia komprehensif soal semua bisnis dan industri Kabupaten Malang, untuk dijadikan referensi penting calon investor. Didik mengaku siap mengawal anggaran pembuatan e-katalog bisnis dan industri Kabupaten Malang, agar tergedok di APBD.
Ahmad Faiz Wildan, Dirut PT Jasa Yasa, menyebut bahwa investasi di kawasan pantai Kabupaten Malang sangat prospektif. Masa depan pariwisata Kabupaten Malang, dinilai oleh Faiz bergantung pada kesuksesan pengelolaan dan investasi di kawasan pantai. Tapi, dia menyebut harus ada jaminan keamanan untuk investasi.
Yaitu, otonomi pengelolaan pantai di Kabupaten Malang, yang saat ini masih dipegang oleh Provinsi Jawa Timur. “Perlu kejelasan status, supaya investor merasa yakin dengan prospek pariwisata,” ujarnya. Hal senada diungkapkan oleh Imam Subakir, Wakil Ketua Bidang Perikanan, Peternakan dan Kelautan Kadin Kabupaten Malang.
“Dari informasi yang saya dapat, Pantai Sendangbiru saja, produksi hariannya sampai 15 ton ikan. Ini harus diolah, kalau tidak dimanfaatkan, sayang sekali,” tutupnya.(fin/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Fino



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...