Malang Post - Dewan Ragukan Proyek Pembangunan MCC

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Dewan Ragukan Proyek Pembangunan MCC

Selasa, 05 Nov 2019

MALANG - Proyek mercusuar Kota Malang di 2020 berupa pembangunan Malang Creative Center (MCC) sudah ditetapkan dalam APBD 2020 sebesar Rp 125 miliar. Meski telah disahkan, karena sudah masuk dalam KUA PPAS, banyak kalangan anggota dewan yang mempertanyakan dan meragukan proyek pembangunan ini.
 “MCC ini sampai sekarang kita masih belum mendapatkan DED (Detail Engineering Design). Sampai sebelum paripurna pengesahan APBD 2020 waktu itu saja teman-teman banggar (Badan Anggaran) masih membahas MCC ini,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika kepada Malang Post.

   Baca juga :

Inpektorat akan Pemeriksa Keuangan Desa Secara Acak

Meski Jadi Ketua DPRD, Tetap Bertugas Cuci Piring

BOM Pertemukan Pelaku Usaha dengan Investor


Apa yang menjadi permasalahan? Made menjelaskan bahwa sebagian besar anggota dewan masih meragukan tentang pengelolaan pembangunan gedung senilai Rp 125 miliar tersebut. Tidak hanya itu terdapat perbedaan pendapat untuk anggaran. Sebelumnya Pemda menginginkan pembangunan MCC dianggarkan sebesar Rp 185 miliar. Rp 125 miliar dianggarkan di 2020 dan selebihnya dianggarkan di 2021. DPRD Kota Malang menolak tegas keinginan pemda tersebut.
“Sampai terakhir tadi kita akhirnya bahas secara internal. Banggar dan Timgar yang diketuai Sekda untuk mendapatkan penjelasan anggaran dan pengelolaannya,” papar politisi PDI Perjuangan Kota Malang ini.
Akan tetapi keduanya tidak mendapatkan kata sepakat atau deadlock. Pasalnya saat Timgar diminta menjelaskan detail soal DED, Amdal Lalin, serta pemaparan pengelolaan ketiganya tidak dapat dipastikan oleh pemda. Inilah mengapa sebelum pengesahan APBD 2020 dua hari lalu, legislatif dan ekskutif membuat sebuah berita acara.
Berita acara tersebut dijelaskan Made, memuat poin-poin penting berkaitan dengan MCC. Legislatif menegaskan merujuk pada KUA PPAS 2020, maka MCC dibangun dengan sistem single years dengan anggaran Rp 125 miliar.
“Kemudian di berita acara juga ditambahkan jika akan ada tambahan atau pengurangan maka akan dikonsultasikan ke provinsi,” tegasnya.
Menanggapi hal ini Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menegaskan, anggaran MCC sudah diukur sesuai dengan kemampuan dan serapan. Dan ia membenarkan keinginan pemda menganggarkan lagi di 2021 atas pertimbangan kemampuan dana tadi.
Meski begitu pula MCC dikatakan Sutiaji sudah memiliki DED dan aturan-aturan lainnya yang sebelumnya dikhawatirkan legislatif.  “Sudah ada DED nya sudah jadi kok,” pungkasnya. (ica/aim)

Editor : aim
Penulis : sisca

  Berita Lainnya





Loading...