Dewan Desak Siapkan Tandon Air Sementara | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Dewan Desak Siapkan Tandon Air Sementara

Kamis, 16 Jan 2020,

MALANG - MANAJEMEN Perumda Tugu Tirta Kota Malang langsung disidang Komisi B DPRD Kota Malang. Ini menyusul keluhan pelanggan perusahaan milik Pemkot Malang yang sebelumnya bernama PDAM itu.
Apalagi dalam catatan dewan, dalam beberapa bulan terakhir tercatat lima kasus yang sama.
Para wakil rakyat itu meminta penjelasan dan penanganan cepat. Sebab warga kota pendidikan ini belakangan menjerit kesulitan air di musim hujan.
Dalam rapat kerja di gedung dewan itu, Komisi B mendesak solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang. "Kami minta ada solusi jangka pendek yang dilakukan. Karena saat ini, masih ada sekitar 10 ribu pelanggan yang belum teraliri air sama sekali," desak Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, S.TP saat rapat bersama manajemen Perumda Tugu Tirta yang dihadiri M Nor Muhlas itu.
Salah satu solusi yang direkomendasikan dalam rapat kerja itu menyediakan terminal air berupa tandon. Lalu ditempatkan di daerah terdampak.  Sehingga warga tidak harus menunggu tangki air datang.

   Baca juga : Krisis Air Hingga Tiga Hari Lagi, Sembilan Daerah Kirim Mobil Tangki ke Kota Malang


Komisi B berharap Perumda Tugu Tirta Kota Malang segera menghitung biaya serta jumlah terminal air yang dibutuhkan. "Kalau pasang pipa, pasti butuh waktu lebih lama sekitar satu bulan,” jelas Trio Agus Purwono. Politisi PKS ini juga meminta adanya database kebutuhan air warga terdampak.
Anggota Komisi B, Lea Mahdarina, ST juga mendesak penanganan jangka pendek yang harus dilakukan.  “Harus ada penanganan jangka pendek. Salah satu cara yakni menggunakan tandon air. Karena lebih efektif dan efisien serta cepat dalam memberi pasokan air dibanding mengandalkan mobil tangki,” kata Lea.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar Perumda Tugu Tirta memenuhi janji penyediaan tandon air antara Jumat (17/1) besok dan Sabtu (18/1) paling lambat. Satu tandon air berkapasitas 2.000 liter, sehingga bisa membantu warga. “Ini solusi jangka pendek. Sedangkan solusi jangka panjang penggantian pipa oleh Kementerian PUPR,” tandasnya.
Setelah mendengarkan pemaparan dalam rapat kerja, Lea mengatakan, standar pipa yang digunakan semestinya 12 PN. Secara matematik, kata dia,  pipa aman yang digunakan 1,5x standard PN
Yaitu 1,5 x 12 = 18 PN. Pipa ukuran tersebut bisa bertahan hingga 50 tahun.
Wakil rakyat dari dapil Sukun ini lantas mewanti-wanti PDAM agar terus meningkatkan mutu pelayanan. Apalagi dalam catatan Lea, kasus pipa bocor yang terjadi saat ini merupakan yang kelima kali. Yakni pada 6 Oktober 2019 di Jalan  Pulungdowo, 21 Desember 2019 di  Jalan Glagahdowo, 11 dan 12 Januari 2020 di perempatan Ngingit Kidal lalu 13 Januari 2020 di Puludowo.  
Sekretaris Komisi B, Arief Wahyudi SH juga bergerak cepat. Selain mengingatkan Perumda Tugu Tirta  bekerja esktra keras, ia langsung meminta pengiriman air di sejumlah kawasan yang belum terlayani. “Saya minta di beberapa kawasan di Kedungkandang segera dipenuhi,” tandasnya.
Dirut Perumda Tugu Tirta, M Muhlas menyampaikan segera melakukan pendataan untuk mengetahui kebutuhan air. Selanjutnya akan segera menempatkan terminal air di setiap sisi pemukiman terdampak. (ica/van/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...