Deteksi Gangguan Kamtibmas, Satpol PP Gelar Lomba Siskamling | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Des 2019,

MALANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang menggelar lomba Siskamling tingkat Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dalam rangka Hari Jadi ke 1259 Kabupaten Malang, dan diikuti tujuh desa di tujuh kecamatan se Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Linmas, Satpol PP Kabupaten Malang, Teddi Wiryawan P M.AP,  mengatakan, peserta lomba adalah perwakilan dari masing-masing Satuan Kerja eks Pembantu Bupati Malang. "Satuan kerja eks pembantu Bupati Malang ada tujuh. Peserta  dipilih masing-masing satuan kerja tersebut," katanya.
Teddi menyebutkan, lomba Siskamling bertujuan menumbuhkan kembali sistem keamanan lingkungan. Menurutnya, Siskamling saat ini mulai ditinggalkan masyarakat. "Bisa dikatakan saat ini Siskamling sedang mati suri. Kami ingin menghidupkan kembali," katanya.
Dia menambahkan, siskamling memiliki peran sangat penting di sebuah wilayah. Melalui siskamling menurut Teddi, masyarakat dapat mendeteksi secara dini gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Selain itu, melalui siskamling, masyarakat lebih waspada akan bahaya kebencanaan, mulai dari kebakaran, tanah longsor maupun banjir atau bencana yang lain. Lomba Siskamling ini merupakan kegiatan rutin yang digelat Satpol PP Kabupaten Malang. Penilaian Satpol PP melibatkan tiga instansi lain untuk penilaian, yaitu TNI, Polri dan Kesbangpol.
"Untuk penilaian ada banyak item. Dari Satpol PP kami melakukan penilaian administrasi. Mulai dari managemen data terkait buku laporan kejadian, mujasi jaga surat tugas dari desa dan lainnya. Selain itu, penilaian terkait dengan kelengkapan pos kamling," ungkap Teddi.
Kelengkapan itu diantaranya, di dalam pos kamling mulai kotak saran, kentongan, jam dinding, televisi juga CCTV di sekitar pos kamling.
Untuk penilaian dilakukan dua tahap. Tahap pertama, penilaian pada pagi atau siang hari. Sedangkan penilaian tahap ke dua dilakukan malam hari. "Penilaian tahap pertama sudah kami gelar. Selanjutnya untuk penilaian tahap kedua dilakukan dengan acak dan tidak terjadwal," ungkapnya.
Penilaian tahap kedua tidak dilakukan pada tujuh tempat yang menjadi peserta. Tapi hanya dipilih tiga saja. "Dari penilaian , langsung dirangking terbaik satu sampai dengan tiga. Tiga terbaik itulah kemudian dinilai kembali di tahap dua, untuk memilih pemenangnya," bebernya. (ira/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Ravika





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...