MalangPost - Derby Klasik Lawan Persebaya Tanpa Suporter

Selasa, 11 Agustus 2020

  Mengikuti :

Derby Klasik Lawan Persebaya Tanpa Suporter

Kamis, 12 Des 2019, Dibaca : 1785 Kali

MALANG POST – Derby klasik antara Arema FC versus Persebaya Surabaya terjadi di Stadion Batakan. Target Singo Edan adalah menang. Bajul Ijo tak main di kandang sendiri dan tanpa dukungan suporter. Bonek kena sanksi. Dua tim adu kekuatan sesungguhnya. Sebab Arema juga bertarung tanpa Aremania. Namun, bursa berpihak ke Arek-arek Malang , diunggulkan menang tipis.
Ya, ini adalah laga tanpa penonton. Arema coba menafikkan rentetan hasil negatif. Lima laga sebelumnya menjadi bekal yang tidak baik jelang derby. Namun, pelatih Arema FC , Milomir Seslija menegaskan bahwa timnya, mengesampingkan laga sebelumnya.
“Hari baru, pertandingan baru. Kami mau hasil yang bagus,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Ia enggan banyak bicara. Termasuk membahas hasil yang membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai kondisi tim Arema. Tak terkecuali Aremania, yang kini mulai gerah dengan kondisi tim yang tak kunjung menang,
“Kami tak mau banyak bicara. Yang jelas, kami harus lebih optimal, menunjukkan kami berada di level lebih baik dari sebelumnya,” terang dia.
Pelatih dengan sapaan akrab Milo itu memahami, tajuk derby melawan Persebaya. Sudah banyak pesan yang menyebutkan, Arema pantang kalah melawan Persebaya. Menurut Milo, derby memotivasi Arema, untuk all out dalam pertandingan, menunjukkan kapasitas para pemain ketika berseragam Singo Edan.
Mantan pelatih Madura United itu menyebutkan, sudah menyiapkan tim secara strategi. Sementara, untuk perjuangan di lapangan, dia serahkan pada para pemain sendiri.
“Saya mau ajak pemain menganggap, ini laga terakhir bagi tim dan memberi semua yang terbaik untuk Arema. Kami akan all out, kalau perlu, mati bagi tim demi hasil yang bagus,” ungkap dia.
Lantas bagaimana Milo membawa anak asuhnya bisa menghentikan Persebaya, yang tengah dalam trend positif? Dia menuturkan, timnya harus tampil sebagai satu kesatuan. “Kerja keras, bersama-sama,” tegasnya.
Secara strategi, dia meyakinkan, Arema tak akan tampil bertahan, demi memperbaiki catatan kebobolan, yang sampai diberondong lima gol pekan lalu. Namun, dia memilih memperkuat cara bertahan, dan tetap mengasah serangan para pemain pula.
“Melawan Persebaya, tidak mungkin kami bermain bertahan. Kami justru harus bermain disiplin, dan memperbaiki kualitas serangan tim kami. Selain itu, saya ingin pemain cepat dalam mengambil keputusan, baik dalam bertahan maupun menyerang,” papar dia.
Sejatinya, Milo memang tak pantas takut melawan Persebaya. Pasalnya, Arema sendiri memiliki bekal bagus menghadapi derby Jatim. Musim ini, Arema tak terkalahkan dalam tiga pertemuan, salah satunya pesta gol di putaran pertama lalu.
Tidak hanya itu, kala Persebaya berniat mengalahkan Arema sebagai balas dendam, tim lawan justru tidak mendapatkan dukungan Bonek. Setidaknya, tekanan yang biasanya dilancarkan kepada tim dari tribun, tak akan terjadi sore ini.
Bursa handicap pun berani mengunggulkan Arema di derby ini. Sekalipun diprediksi unggul tipis, namun hal itu bisa menambah kepercayaan diri penggawa klub kelahiran 1987 tersebut.
“Mungkin karena kami tidak pernah kalah melawan mereka di tahun ini. Tetapi, melawan Persebaya, itu pertarungan gengsi. Pantang memang kalah, bisa gawat buat kami,” tutur Asisten Pelatih Arema, Singgih Pitono.
Namun dia juga tetap optimis. Pasalnya, dalam tajuk derby, Persebaya dia pastikan juga mendapatkan beban. Pria asal Tulungagung itu menganggap, tuan rumah pasti mendapatkan tuntutan wajib menang juga.
“Sebenarnya mereka juga punya beban. Sekarang tinggal di lapangan, siapa yang bisa melepaskan beban tersebut,” sebutnya.
Dia mengakui, tak ada Bonek, harus dimaksimalkan bagi penggawa Arema. Maksimalkan untuk bangkit dan menang. “Kondisinya 50:50 sekarang. Adu cerdik, adu kecepatan saja di lapangan,” tambahnya.
Di kubu Persebaya Surabaya, Pelatih Aji Santoso pun mengharapkan timnya dapat poin penuh. Akan tetapi, timnya harus melalui pertandingan yang dia prediksi bakal berjalan seru.
“Tentunya pertandigan yang sangat seru. Kita semua tahu rivalitas (Persebaya dan Arema) cukup seru. Saya berharap dapat poin penuh dan mengalahkan Arema,” tuturnya.
Menurut dia, menang bukan saja keinginan dirinya atau pemain. Namun, manajemen dan suporter pun mengharapkan hal yang sama. Ia pun menjanjikan timnya akan tampil fight dan berjuang keras.
“Ini jadi keinginan semua. Ada yang bilang, kalah lawan siapa saja boleh, asal tidak dari Arema. Rivalitas memang tinggi, kami akan merealisasikannya,” sebut Aji.
Aji mengakui, tidak akan mudah bagi Persebaya. Akan tetapi, dia tetap menekankan sportivitas demi tiga poin atas sang rival.
“Saya sudah tekankan, kalahkan Arema itu tidak mudah. Tetapi, saya ingin menang dengan sportif, dengan main bagus dan menang,” tambahnya.
Aji pun menepikan statusnya sebagai Arek Malang karena kini membesut Persebaya. Ia siap total menyiapkan timnya menang, atas Arema.
“Hati saya, pikiran saya, jiwa raga, totalitas untuk Persebaya karena saat ini saya menjadi milik Persebaya,” tandasnya.(ley/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Stenly