Demonstran Irak Serang ABG Hingga Tewas | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 13 Des 2019,

BAGHDAD - Seorang remaja di Irak dihakimi massa hingga tewas setelah dituduh menyerang kamp demonstran di Baghdad. Kerumunan orang yang menyerang remaja berusia 17 tahun ini kebanyakan merupakan demonstran antipemerintah yang masih melanjutkan aksi protes hingga kini.
Seperti dilansir AFP, Jumat (13/12/2019), serangan oleh demonstran ini berpotensi menodai citra tanpa kekerasan yang selama ini melekat pada unjuk rasa antipemerintah di Irak. Demonstran terus memprotes korupsi pemerintah dan mengeluhkan buruknya layanan publik serta tingginya angka pengangguran.
Aksi menghakimi massa yang dilakukan para demonstran Irak itu terjadi pada Kamis (12/12) waktu setempat dan sempat disiarkan langsung secara online. Tayangan streaming online itu menunjukkan momen saat pasukan keamanan Irak menarik diri sebelum kerumunan orang menyeret seorang pria di jalanan, dengan beberapa orang menendangi tubuh pria itu.
Tubuh pria itu -- yang terlihat hanya memakai celana dalam -- kemudian digantung di sebuah lampu lalu lintas yang ada di dekat Alun-alun Tahrir, yang menjadi pusat unjuk rasa sejak Oktober lalu.
Disebutkan kepolisian setempat bahwa pria yang dihakimi massa itu merupakan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun. Identitasnya tidak disebut lebih lanjut. Oleh para demonstran, remaja itu dituduh menyerang salah satu kemah demonstran yang ada di Baghdad.
Tidak diketahui pasti bagaimana kronologi kejadian hingga para demonstran antipemerintah bisa menuduh si remaja tersebut.
Namun disebutkan kepolisian setempat bahwa para demonstran sebelumnya menuduh polisi tidak melindungi mereka dari 'para penyabotase'. Demonstran juga melakukan aksi pembakaran di dekat rumah si remaja itu.
Remaja itu telah tak bernyawa saat dievakuasi dari lampu lalu lintas setempat, yang menjadi tempatnya digantung oleh massa. Para saksi mata menyebut jenazah remaja itu dibawa ke kantor forensik setempat.
Aksi brutal para demonstran itu dinilai bisa mengubah situasi secara drastis bagi sebuah gerakan protes yang mengklaim tetap menganut pasifisme -- menentang kekerasan -- dalam menghadapi kekerasan pasukan keamanan Irak, yang sejauh ini menewaskan 460 orang dan melukai 25 ribu orang lainnya.
Sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 'demonstran Tahrir' yang beredar online menyatakan kecaman terhadap 'rencana tak tahu malu yang bertujuan menodai reputasi demonstran yang damai'. Ditegaskan bahwa ribuan demonstran di Alun-alun Tahrir 'tidak ada kaitannya dengan peristiwa tersebut'.
Beberapa waktu terakhir, sejumlah demonstran dan aktivis ditembak mati oleh pelaku misterius, atau diculik dan kemudian ditemukan tewas. Para demonstran antipemerintah juga mengeluhkan bahwa mereka diawasi, diancam dan dilecehkan dalam kampanye intimidasi yang bertujuan menjauhkan mereka dari unjuk rasa. Para demonstran menuduh faksi bersenjata pro-Iran memainkan peran dalam tindak pembunuhan dan penculikan para demonstran Irak. (dtc/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : dtc





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...