Demo Lagi, Mahasiswa Lebih Sopan | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 1185 , bagus, sisca

TEMUI MASSA: Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menemui massa aksi penolakan RUU dari Unikama kemarin siang.

MALANG-Aksi demonstrasi mahasiswa di Gedung DPRD Kota Malang masih berlanjut, kemarin.Suasana lebih kondusif, demonstrannya lebih sopan. Bahkan para mahasiswa langsung membubarkan diri usai ditemui Ketua DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasi yang diorasikan.
Sebelumnya massa ini datang sekitar pukul 09.30 WIB dan melakukan orasi di depan gedung. Dengan tema dan topik yang sama dengan masa aksi di berbagai daerah. Meski begitu mereka juga meinginginkan bertemu dengan pimpinan dewan. 
Koordinator aksi Antonius Talu Doni Kesen menjelaskan aspirasi harus disampaikan ke pimpinan DPRD Kota Malang. Agar dapat diteruskan pada wakil rakyat di Jakarta sana.
“Kami hanya ingin ketua dewan meneruskan aspirasi kami. Caranya seperti itu,” tegasnya.
Kemudian beberapa saat kemudian Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menemui massa aksi. Berbincang kemudian keduanya melakukan penandatanganan. Usai melakukan ini massa aksi dengan tertib membubarkan diri. 
Sekitar pukul 11.00 WIB massa sudah membubarkan diri. Made mengatakan ia mengapresiasi massa aksi hari ini. Dapat melakukan aksi dengan kondusif dan tertib.
“Sopan sekali maka kami terima dengan baik. Mereka tidak segarang yang kami pikir, tuntutan juga sama dan mereka minta untuk disampaikan ke sampai ke DPR RI,” jelas Made didampingi Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson.
Kemudian Made menegaskan aspirasi ini diterima dan akan diteruskan. Hal ini dipastikannya usai melakukan pendandatanganan pernyataan penyampaian aspirasi ini dengan mahasiswa dari Unikama tadi. 
Made menambahkan rencananya jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) akan bertemu dengan rektor-rektor se Kota Malang hari ini. Hal ini disampaikan menyusul kejadian aksi yang terjadi beberapa hari lalu yang sempat berujung kisruh.
Pria kelahiran Jembarana Bali ini menjelaskan rencananya dirinya, Wali Kota Malang, Kapolres Malang Kota hingga Dandim Kota Malang akan bertemu dengan Forum Rektor. 
“Ini untuk menegaskan peran kampus dalam aksi belakangan dan yang masih bisa terjadi ke depannya. Paling tidak ada imbauan dari rektornya ketika terjadi sesuatu yang anarkis. Kalau rektor yang ngomong pasti mau didengar,” tegas Made.
Tidak hanya itu tujuan pertemuan dengan Forum Rektor besok, yang rencananya akan dilakukan di Balai Kota Malang adalah untuk memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa dan juga aparat keamanan yang bertugas.
Ketika situasi tidak terkendali, rektor juga dapat turun bersama dengan jajaran Forkopimda dan mengimbau mahasiswanya untuk mundur. Agar aparat keamanan juga tidak melakukan tindakan represif. 
“Yang kemarin itu kan sangat terpaksa dilakukan. Padahal kita sudah menerima dan mediasi,” tandasnya.
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander pun menjelaskan komunikasi dengan pihak kampus akan dikuatkan usai kejadian beberapa hari lalu. Peran Rektor untuk turut bertanggung jawab dengan keadaan dan mahasiswanya juga penting.
“Bisa jadi nanti kita akan bahas soal pembentukan ruang dialog. Seluruh jajaran forkopimda, mahasiswa juga akademisi kampus. Agar penyampaian apresiasi juga lebih kondusif,” pungkas Dony kemarin.(ica/ary)
 



Loading...