Dari Pondok ke Kejuaraan Internasional | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 825 , vandri, asa

MAHASISWA  UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini membuktikan bahwa santri juga bisa mengukir prestasi tingkat internasional. Ia adalah Ridha Zikri. Awal tahun 2019 lalu berhasil meraih juara Asia Open Pencak Silat 2019, bertajuk Sumedang Larang Open Championship (SLOC).
Terakhir dia juga ditunjuk sebagai delegasi UIN Malang ke Singapore Open Pencak Silat Champhionship 2019 belum lama ini.
"Santri tidak hanya bisa membaca kitab, santri tidak hanya bisa berbahasa Arab. Santri juga bisa jadi atlet berprestasi dan bahkan entrepreneur sukses," kata mahasiswa semester tiga Jurusan Hukum Tata Negara ini kepada Malang Post.

   Baca Juga : Aktif di Herky Ladies Band
Zikri, sapaan akrabnya menyebut bahwa pendidikan di pesantren mampu mendorongnya untuk terus berjuang meraih prestasi. Menempuh pendidikan sebagai seorang santri memaksanya untuk hidup disiplin sekaligus melatih kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
"Selama enam  tahun saya mondok, banyak hal yang bisa saya ambil manfaatnya. Kita digembleng untuk punya mental baja. Bagaimana harus bertahan di setiap situasi," kisahnya.

Baca Juga :  Bazaar Wisata Halal Libatkan Ponpes
Menariknya, Zikri  pernah tak mendapat restu orang tuanya untuk menempuh pendidikan sebagai seorang santri. Sebab orang tuanya ketika itu merasa tak tega melepas Zikri yang baru lulus SD langsung mondok. Apalagi
"Orang tua saya sempat berat hati melepas saya masuk pesantren. Saya tidak pernah melihat ayah saya menangis, tapi ketika melepas saya masuk pondok, pertama kali saya lihat ayah saya menangis," kata mahasiswa yang sedang menekuni bidang entrepreneur ini.
Namun akhirnya Zikri tetap mantab dan bertekad untuk menjadi santri sejak duduk di bangku sekolah menengah. Melalui pendidikan yang disiplin dan selalu berinteraksi dengan teman-teman santri lain, Zikri terpacu terus disiplin dalam belajar. Ketika duduk di bangku kelas 3 MTs, Zikri pun ditunjuk sebagai Ketua OSIS di sekolahnya.
"Dari pondok pesantren kita diajari pentingnya leadership, pondok pesantren hadir untuk mengajarkan kita bagaimana leadership itu," papar mahasiswa kelahiran tahun 2000 ini.
Hingga ketika duduk di tingkat menengah atas, Zikri juga ditunjuk sebagai Organisasi Pelajar Pesantren Darul Arafah Raya, Medan tahun periode tahun 2016 - 2018. Pesantren Darul Arafah Raya sendiri merupakan pesantren di mana ia menempuh pendidikan selama enam tahun mulai dari jenjang menengah pertama hingha menengah atas. Skill leadershipnya tersebut terus ia asah bersamaan dengan skill atletiknya dibidang pencak silat.
Pencak silat sudah ia geluti sejak kecil ketika masih tinggal di Aceh Tenggara. Kemudian riwayatnya sebagai seorang santri berprestasi di bidang atletik maupun keorganisasian mengantarkannya untuk masuk ke UIN Malang melalui jalur prestasi. Setelah menempuh pendidikan beberapa bulan, Zikri sudah mampu mengharumkan nama UIN melalui sejumlah prestasinya sebagai atlet pencak silat.(asa/van)



Rabu, 13 Nov 2019

Understanding Your Skin

Loading...