Dandim Dicopot, Istri Diproses dengan UU ITE - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 12 Okt 2019, dibaca : 381 , udi, net

KENDARI - Postingan para istri anggota TNI yang bernada nyinyir tentang insiden penusukan Wiranto Menko Polhukam di Pandeglang, Banten, berbuntut tiga anggota TNI dicopot dari jabatannya.
Ketiga anggota TNI tersebut adalah Peltu YNS, anggota POMAU Lanud Muljono Surabaya, Komandan Distrik Militer Kendari, Kolonel Kav Hendi Suhendi dan Sersan dua Z. Kolonel Kav Hendi Suhendi dan Sersan Dua Z tak hanya dicopot dari jabatannya, tetapi juga ditambah penahanan selama 14 hari.
Upacara pencopotan jabatan Kolonel Kav Hendi Suhendi dari Dandim Kendari 1417 diwarnai dengan isak tangis sang istri. Kolonel Hendi dicopot dari jabatannya karena posting-an istri di media sosial.
Pantauan di lokasi, Sabtu (12/10/2019), istri Kolonel Hendi, IPDN, sesekali menitikkan air mata saat disalami para prajurit dan istri prajurit. Momen ini terjadi setelah dilaksanakan prosesi serah-terima jabatan Dandim Kendari dari Kolonel Hendi kepada Kolonel Inf Alamsyah.
Upacara pencopotan ini berlangsung di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo (HO) Kendari. Upacara dipimpin langsung Danrem 143 HO, Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto.
Upacara perpisahan berlangsung haru. Bahkan, sebelum upacara pencopotan, tampak istri Dandrem 143 HO memeluk IPDN. Seusai pencopotan, Kolonel Kav Hendi menuturkan menerima apa yang menimpanya saat ini. "Saya terima, saya terima salah. Saya tetap terima apa yang jadi keputusan pimpinan," ujarnya. "Dijadikan pelajaran buat kita," ujarnya sambil merangkul sang istri.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mencopot jabatan Dandim 147/Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi gegara posting-an nyinyir sang istri soal penusukan Menko Polhukam Wiranto.
KSAD menyebut Kolonel HS memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014, yaitu hukum disiplin militer. Selain dicopot, Kolonel Hendi juga dilakukan penahanan ringan selama 14 hari.
Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAD memberi keterangan, para anggota TNI tersebut mendapatkan sanksi atas ulah istri-istri mereka. Sementara itu, ketiga istri anggota tersebut, yaitu FS, IPDL, dan LZ, juga dilaporkan ke kepolisian karena dianggap melanggar Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang ITE.
Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Kapolresta Sidoarjo membenarkan telah menerima laporan dari POM AU mengenai tindak pidana ITE dengan terlapor FS. "Saya sampaikan benar, tadi malam SPKT Polresta Sidoarjo menerima laporan tersebut. Saat ini sedang penanganan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Mohon waktu," katanya.
Para istri tiga anggota TNI itu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (dtc/ss/ra/udi)



Loading...