Dampak Angin Kencang di Sumberbrantas, 70 Persen Lahan Pertanian Rusak | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 2136 , vandri, fino

BATU - Dampak bencana angin kencang di Desa Sumberbrantas tak hanya merusak pemukiman penduduk. 70 persen lahan pertanian lengkap dengan sejumlah komoditi yang ditanam rusak. Akibatnya petani merugi.
“Banyak tanaman yang gagal panen karena bencana angin ini,” kata Kepala Desa Sumberbrantas, Juadi kepada Malang Post saat ditemui di posko Balai Desa Sumberbrantas.
Juadi menjelaskan, angin merusak tanaman dan mengobrak-abrik struktur tanah pertanian di Sumberbrantas. Dia merinci, tanah di Sumberbrantas terhitung gembur. Sehingga, sayuran dan tumbuhan pertanian langsung ikut terbawa angin kencang. Hal ini berbeda dengan kawasan perkotaan yang tanahnya keras. Kendati angin menerpa, tanah tidak sampai terangkat.
“Karena tanahnya di sini gembur, sayuran dan tanaman panen ikut terangkat. Padahal ini sedang musim tanam. Ya tentu saja lahan pertanian dan tanamannya langsung rusak semua,” ujar Juadi.

Baca Juga : Sikapi Bencana, Warga Gelar Salat Istisqa
Dia melanjutkan, setidaknya ada sekitar 200 hektare lahan pertanian di kawasan Desa Sumberbrantas. Komoditasnya beragam. Mulai dari wortel, kentang, sawi, brokoli hingga kembang kol.
Dari 200 hektare lahan pertanian ini, setidaknya 70 persen mengalami kerusakan dan gagal panen. Sementara, 30 persen lahan selamat karena belum sempat ditanami.
Dia mengatakan, siklus angin ini sebenarnya penanda datangnya musim hujan. Tiap tahun, angin kencang selalu melanda kawasan Sumberbrantas. Tapi, tahun ini tiupan anginnya terlalu keras sehingga jadi bencana.
“Tahun 2012 lalu, pernah ada tiupan angin kencang juga. Tapi, tidak sampai ada rumah warga rusak, dan tidak sampai mengungsi. Ini angin kencang terparah sepanjang sejarah pergantian musim di Sumberbrantas,” tutupnya.

Baca Juga : Sumberbrantas Seperti Desa Mati

Mulai Penanggulangan Paska Bencana
Sementara itu, BPBD Kota Batu telah mengumumkan bahwa para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sudah diantar oleh BPBD, TNI, Polri dan relawan, untuk kembali ke Desa Sumberbrantas. Situasi serta cuaca di Sumberbrantas, diperkirakan telah aman dan kondusif.
Selasa sore, data terakhir jumlah pengungsi yang pulang sebanyak  668 orang, berasal dari Sumberbrantas, Gunungsari dan Sumbergondo. Pengungsi, dipusatkan di titik rumah dinas Wali Kota Batu, Balai Desa Tulungrejo, Balai Desa Sidomulyo, Balai Desa Punten dan Balai Desa Sumbergondo.
Selain itu memulangkan pengungsi, BPBD Kota Batu juga mengumumkan agar semua bantuan tak dikirim ke posko yang sudah ditutup. “Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sekarang, pekerjaan selanjutnya penanggulangan paska bencana,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.
Pendataan terhadap rumah dan bangunan rusak akibat bencana angin kencang masih dilakukan oleh BPBD. Dari data yang dihimpun dari Desa Sumberbrantas, setidaknya ada 105 rumah di desa itu yang mengalami kerusakan. (fin/van)  



Rabu, 13 Nov 2019

Understanding Your Skin

Loading...