Curanmor Pasar Tawangmangu Disikat

Senin, 21 Oktober 2019

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 651 , halim, fino

MALANG – Demi memuaskan hasratnya memiliki motor baru, Bambang Harianto, 47, warga Jalan Letjen Sutoyo gang IIA Kecamatan Lowokwaru Kota Malang nekat mencuri. Kendati telah mempunyai sepeda motor, dia tetap mengincar sepeda motor di kawasan sepi utara Pasar Tawangmangu yang berdekatan dengan TPU Samaan.
Dari keterangan yang dihimpun, tersangka melakukan aksinya pada 22 September 2019, pagi hari. Dia melihat ada sepeda motor Revo yang belakangan diketahui milik Sudarman, 67, warga Jalan Kemangi Lowokwaru. Untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan kunci letter T.
Saat kejadian, seperti biasanya korban sedang berjualan roti goreng di Jalan Sarangan, utara Pasar Tawangmangu. Kendaraan miliknya diparkir empat meter dari lokasinya berjualan, pukul 05.30. Ketika dia sedang sibuk menggoreng roti, korban lupa mengawasi kendaraannya yang tidak terkunci stang setir. Saat itulah tersangka melancarkan aksinya.
Dia menusukkan kunci letter T ke rumah kunci dan langsung menghidupkan motor sekaligus membawa kabur barang curian ini. Korban baru menyadari motornya hilang pukul 09.30. Setelah mengetahui kendaraannya hilang, korban tak butuh waktu lama untuk datang ke SPKT Polres Makota demi melaporkan kejadian pencurian.
Satreskrim Polres Makota menindaklanjuti laporan ini dengan penyelidikan. Polisi berhasil mendapatkan barang bukti yang merekam tersangka saat melakukan aksinya di CCTV. Berdasarkan barang bukti ini, polisi melakukan penyelidikan, hingga akhirnya awal Oktober mendapatkan petunjuk soal keberadaan pelaku.
Unit Resmob Satreskrim Polres Makota menjemput tersangka yang belum sempat menyembunyikan motor curian itu. Saat diinterogasi oleh Kapolres Makota AKBP Dony Alexander dalam rilis, tersangka mengaku belajar mencuri motor dengan latihan memakai kunci T.
Dia bahkan mempraktikkan caranya mencuri motor kepada Kapolres Makota dengan kunci letter T. “Saya baru sekali ini mencuri, ingin punya motor lagi,” tandasnya. Dony menegaskan, Polres Makota bertekad memberantas curanmor di kawasan Malang Kota, dan membersihkan wilayah ini dari jaringan curanmor yang tega mengambil harta benda orang lain.
“Tersangka dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan. Kami akan lakukan pengembangan, dan memburu jaringan curanmor lain, untuk membuat Kota Malang zero curanmor,” tutur Dony. Ancaman hukuman yang menanti Bambang adalah maksimal tujuh tahun penjara.(fin/lim)



Minggu, 20 Okt 2019

Jual HP di Facebook Ditangkap

Minggu, 20 Okt 2019

Penadah Hasil Kejahatan Dibekuk

Loading...