Claretta Nathania Handoko, Persembahkan Medali Catur Internasional untuk Sekolah - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 396 , rosida, imam

MALANG - Usianya masih 9 tahun, tapi sudah mampu menorehkan prestasi di tingkat dunia. Claretta Nathania Handoko, siswi kelas 3 SDK Mardi Wiyata 2 Malang, Senin (14/10) lalu, baru pulang dari Malaysia. Ia membawa medali sebagai juara 3 dalam turnamen catur di ajang bergengsi International Chess Championship 2019.
Tentunya sebuah prestasi yang membanggakan terutama bagi civitas SDK Mardi Wiyata 2 sebagai lembaga yang membina Retta, pagilannya, hingga mencapai prestasi tertinggi di bidang catur. Ungkapan syukur disampaikan oleh Albertus Sukatno, S. Ag, selaku Kepala Sekolah.
"Tentu kami bersyukur atas prestasinya, semoga menjadi motivasi untuk berkembang lebih tinggi lagi serta memotivasi teman-temannya agar juga berprestasi di bidang yang mereka sukai," ucapnya.
Sukatno mengatakan, di SDK Mardi Wiyata 2 ada program ekstrakurikuker catur. Setiap hari Jumat siswa yang tergabung dalam ekstra ini melakukan latihan dan dibina langsung oleh pelatih catur handal dari luar sekolah. "Program tersebut untuk mewadahi bakat dan potensi anak-anak di bidang catur," ujarnya.
Bahkan kata dia, setiap jam istirahat para siswa dibebaskan untuk bermain catur di halaman sekolah. Mereka diberikan kesempatan untuk mengasah kecerdasan dengan cara yang menyenangkan di saat jam istirahat. "Kami siapkan sekitar 25 papan catur untuk dipakai anak-anak saat jam istirahat," ungkapnya.
Catur menjadi salah satu program ekstra sejak tiga tahun yang lalu. Namun pada tahun 80-an, olahraga otak ini pernah terlaksana di SDK Mardi Wiyata 2. Hanya saja sempat vakum beberapa tahun.
Hal itu diungkapkan oleh YB. Wiyoto, S.Pd., selaku perintis ekstra catur di SDK Mardi Wiyata 2. "Memang pada awalnya catur ini bagian dari program di kepramukaan. Kemudian berkembang menjadi program ekstra hingga saat ini," kata dia.
Wiyoto turut bersyukur akan prestasi catur yang baru diukir Retta beberapa hari yang lalu. Menurutnya, Retta merupakan siswa yang tekun berlatih hingga memiliki kemampuan yang bagus. "Itu bukti bahwa setiap ada kemauan pasti ada jalan, dan setiap usaha yang dilakukan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik," katanya.
Sementara itu kepada Malang Post, Claretta Nathania Handoko mengatakan pada awalnya ia tidak menyukai catur. Bahkan baru sekitar setahun yang lalu ia mulai menyukainya. "Mulai dari kelas dua saya suka catur," ucapnya.
Ia suka catur lantaran mendapat dukungan dari keluarganya. Ditambah sekolah menyediakan fasilitas berupa perlengkapan catur hingga menjadi program ekstra. Sehingga membuat Retta jatuh cinta pada permainan yang mengasah kemampuan berpikir dan bernalar ini. "Awalnya melihat-lihat saja saat teman-teman bermain. Lama kelamaan juga suka dan mulai belajar," ungkapnya.
Sebelum turnamen di Malaysia, Retta terlebih dahulu mengikuti perlombaan di tingkat Malang Raya. Pada sat itu, ia menjadi yang terbaik dengan meraih juara 1. Selanjutnya langsung ke tingkat nasional dan menjadi juara 3. Hingga akhirnya, melaju ke kompetisi tingkat internasional dan membawa pulang medali untuk sekolah yang dicintainya. (imm/oci)



Loading...