MalangPost - CINTA SEKOLAH DI TENGAH PANDEMI

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

CINTA SEKOLAH DI TENGAH PANDEMI

Kamis, 30 Jul 2020, Dibaca : 951 Kali

Tahun ajaran baru 2020-2021 tiba. Suasananya memang beda. Karena masih di tengah pandemi covid. Namun, masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK PGRI 3 Malang tetap dilakukan. Caranya, melalui daring (dalam jaringan). Media sosial pun dimanfaatkan sebagai sarana Kegiatan Cinta Sekolah (KCS). Youtube dan Whatsapp dimaksimalkan.

“Hari ini, Senin 27 Juli, kami meresmikan KCS. Pesertanya 848 siswa baru. Alhamdulilah ini amanah baru. Kepercayaan dari masyarakat yang sangat luar biasa. Mohon maaf bagi yang tidak bisa bergabung. Dari 1500 kami tidak bisa memenuhi semuanya. Karena keterbatasan kami, terkait batasan Kementrian Pendidikan,” ujar Kepala SMK PGRI 3 Malang, M Lukman Hakim. 

Kegiatan ini dilaksanakan full daring. Artinya semua materi yang disampaikan kita masukkan channel youtube sekolah. Ini agar tidak membebani orang tua.

Pihaknya memahami beratnya orang tua tentang paket data dan sebagainya. Sehingga sekolah memberikan bantuan sekedarnya kepada orang tua. Yakni membelikan paket data berupa pulsa internet sebesar 50 ribu rupiah, kepada masing-masing siswa. Agar mereka bisa mengikuti kegiatan ini.

“Kita menggunakan youtube. Karena kami anggap ini media paling ringkas dan dalam materinya sendiri juga berupa video. Tetapi materi yang kita tampilkan tidak terlalu lama. Antara 15 menit, sehingga anak-anak bisa mudah melakukan pembelajaran secara daring,” lanjut Lukman. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan guru diminta berinovasi. Salah satunya dengan memberikan modul yang menarik. Hal tersebut agar siswa mampu menyerap ilmu dengan maksimal. Meski harus sekolah secara daring.   

Selain itu, zona merah orange belum bisa untuk belajar secara langsung. Namun, sesuai kesepakatan empat menteri, yang boleh melakukan pembelajaran secara tatap muka, hanya zona hijau.

“SMK PGRI 3 Kota Malang ini, masuk kategori SMK yang cukup besar. Karena jumlah siswanya 2300 lebih. Kompetensi yang ada di PGRI 3 ini, adalah kompetensi industri. Sehingga saya yakin, alumni SMK PGRI 3 banyak yang direkrut industri-industri yang cukup besar,” papar Wahid Wahyudi.

Ini terbukti, dari kerjasama yang dilakukan SMK PGRI 3 dengan berbagai industri. Pada masa pandemi covid ini, proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Maka, semua guru dituntut untuk memiliki inovasi dan kreasi. Khususnya dalam membuat modul-modul pembelajaran. Baik itu berupa video, modul tutorial, maupun modul interaktif.

Namun demikian, tidak mungkin seorang siswa memiliki kompetensi yang baik tanpa praktek real. Oleh karena itu, praktek-praktek akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jadi sepanjang pembelajaran itu bisa dilakukan secara online, maka akan dilakukan secara online. Namun diakhir proses pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang ini, siswanya siap bekerja sesuai dengan kompetensinya.

SMK PGRI 3 Malang kedepannya akan mengajukan ke Walikota Malang sebagai sekolah tangguh. Hal itu dilakukan agar para siswa nantinya, bisa melakukan praktek pembelajaran yang sifatnya tidak dapat dilakukan secara daring.

Editor : yan
Penulis : ryn