Cerita Kekayaan Wisata dengan Tarian | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 375 , Vandri, ira

MALANG - Kekayaan wisata Kabupaten Malang diringkas dalam gerak tari secara lengkap. Namanya Tari Pesona Malang. Tarian itu mengundang decak kagum saat pembukaan Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) di Stadion Tumpang, Jumat (6/9) tadi malam.
10 penari lincah di atas panggung. Mereka mementaskan Tari Pesona Malang yang detail tentang lautan. Gemulai gerak tangan dan kaki juga menggambarkan lari maraton menyusuri pantai,  surfing serta gerakan paralayang. Semuanya itu merupakan  potensi Kabupaten Malang. Tarian berdurasi lima menit ini di akhiri diskripsi Malang Beach Festival, yang menjadi ikon dari Kabupaten Malang.
Penampilan gerak tari itu memperkaya FKKS yang dibuka Sekda Provinsi Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM.  Ia mengapresiasi seluruh peserta. Heru yang hadir mewakili Gubernur Jatim
Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si mengatakan, Provinsi Jatim saat ini sedang menggalakkan pariwisata. Salah satu yang dikembangkan adalah Bromo Tengger Semeru.
Namun demikian, Heru menyarankan agar kegiatan ini dilaksanakan di pantai.  Karena di pantai kegiatan akan lebih bagus. "Jika digelar di pantai akan meningkatkan potensi  yang ada,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Drs Sinarto MM mengatakan, FKKS digelar sejak 15 tahun lalu. Saat itu Gubernur Jatim yang dijabat Imam Oetomo, memiliki keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
FKKS merupakan wadah kreator untuk berkreasi, mengemas karya, sehingga menarik wisatawan. Saat ini terdiri dari delapan anggota, yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Blitar, Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi.
Tema tahun ini Dewi Cemara. Yakni Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera. "Melalui kegiatan ini, semuanya mempresentasikan desa wisata masing-masing. Tentunya sangat menarik,” jelasnya.
Sinarto mengatakan, Kabupaten Malang menjadi tuan rumah kegiatan ini karena memiliki potensi pariwisata yang luar biasa.  Dalam kegiatan tersebut, juga diserahkan piagam penghargaan kepada masing-masing peserta FKKS. Tidak terkecuali peserta tamu dari Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Sementara itu, Tarian Adunu Ring Kadipaten Malang juga ditampilkan saat pembukaan FKKS. Tarian ini merupakan gambaran banyak ragam kesenian yang berkembang di wilayah Kabupaten Malang.
"Sengaja ditampilkan dalam pembukaan FKKS, karena selain menghibur, ada nilai-nilai budaya dalam tarian ini. Semua memberi warna bagaikan pelangi yang indah dan mempercantik Kabupaten Malang," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.
Para penari Adunu Ring Kadipaten Malang ini juga yang menjemput Plt Bupati Malang, HM Sanusi dari kursi undangan menuju panggung untuk memberikan sambutan. Selama Sanusi memberikan sambutan, para penari duduk menunggu sampai selesai sambutan.
"Kami sangat berterimakasih karena Kabupaten Malang menjadi tuan rumah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, dan pariwisata di Kabupaten Malang semakin maju," katanya
Dalam kegiatan ini juga dikenalkan pakaian batik dari masing-masing daerah peserta FKKS.
Sedangkan FKKS selain menampilkan pagelaran seni, juga festival adat tradisi, sarasehan budaya dan pameran. Terdapat 18 stan pameran yang memamerkan produk-produk unggulan masing-masing peserta. (ira/van)  



Loading...