Cegah Stunting, KPM dan Bidan Desa Dilatih Manajemen Pencegahan | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 14 Okt 2019, dibaca : 243 , udi, ira

MALANG – Pemerintah Kecamatan Pagak menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Pengembangan Sumberdaya Manusia bagi aparat Pemerintahan Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se Kecamatan Pagak, Senin (14/10) di Aula Kecamatan. Kegiatan itu diikuti oleh 24 peserta. Mereka adalah perangkat desa, Kader Pembangunan Manusia dan bidan desa.
Kegiatan tersebut dibuka Camat Pagak, Hari Krispriyanto. Dalam sambutannya, Hari mengatakan pelatihan itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan pengambangan SDM. Melalui pelatihan ini, beragam program yang menjadi target Pemerintah Kabupaten Malang diharapkan dapat tercapai.
”Pelatihan ini untuk memberikan arah kinerja KPM. Selain melakukan pendataan ibu hamil, balita dan anak usia 3-6 tahun, juga melakukan pemantauan kesehatan, terhadap warga yang didata,’’ ujar Hari, seraya menambahkan tidak terkecuali dengan pemenuhan gizi juga harus dipantau.
”Kegiatan ini sekaligus membangun managemen pencegahan stunting di wilayah desa dengan profesional,’’ tambahnya.
Menurut Hari, dalam penanganan stunting KPM dan bidan desa harus saling bersinergi. Semua  elemen pemerintah desa, KPM, Bidan Desa dan Pemdes harus bersinergi dan menjalin komunikasi yang baik.
Pelatihan yang hadiri jajaran TIK (Tim Inovasi Kabupaten) itu, sepakat penyelesaian masalah stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab satu orang. Tapi menjadi tanggung jawab semuanya. Karenanya, melakukan pelatihan penanganan stunting dapat tercapai sesuai dengan harapan.
Dalam pesannya, Hari juga menekankan kepada perangkat desa untuk transparansi terkait dengan serapan dana desa sesuai dengan hasil Musyawarah Desa. Dia mengatakan, penggunaan anggaran dana desa harus sesuai dengan aturan dan perundangan. Perangkat desa tidak bisa menggunakan anggaran seenaknya, karena semuanya harus ada pertanggung jawabannya. (ira/udi)



Loading...