Cegah Stunting, Gandeng Perias Pengantin | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 11 Okt 2019, dibaca : 345 , vandri, kris

BATU - Pemkot Batu merubah metode atasi angka stunting. Mulai tahun depan menyasar calon pengantin dan perias pengantin. Ini karena eduksi kesehatan reproduksi memanfaatkan para perias pengantin.
Diharapkan cara ini lebih efektif lantaran sebagai program pencegahan sejak awal.  
Program menyasar calon pengantin disebut Smart Catin (calon pengantin). Dinas Kesehatan (Dinkes) berencana meluncurkan program tersebut pada tahun 2020 mendatang.
"Smart Catin ditujukan kepada para calon pengantin. Tujuannya agar calon pengantin memiliki pemahaman tentang kesehatan. Terutama tentang kesehatan reproduksi," jelas Kadis Kesehatan Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari, Jumat (11/10).
Kartika mengatakan, Smart Catin merupakan program preventif dengan menyasar akar masalah.
"Kami ingin merubah cara penanganan yang lebih preventif. Awalnya penanganan stunting terfokus pada anak. Tahun depan upaya preventif dimulai dari calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan," bebernya.
Strateginya menggandeng perias pengantin untuk sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada calon pengantin. Menurut Kartika, dengan menggandeng perias, cukup efektif memberikan pemahaman kepada calon pengantin. Pasalnya, perias bisa memberi edukasi saat merias calon pengantin.
"Apalagi saat calon pengantin sedang bahagia. Edukasi yang diberikan akan lebih mudah diterima,” katanya.
Selain itu, untuk memuluskan program tersebut, Dinkes menggandeng beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni Bagian  Kesra, Dinas Pendidikan  dan Kemenag.
Dengan menggandeng beberapa OPD tersebut diharap setiap calon pemgantin mendapat buku bimbingan tentang kesehatan reproduksi sebelum menikah. Selain buku, juga mendapat bimbingan secara langsung.
Pihaknya juga bakal mengusulkan adanya surat keputusan (SK)  wali kota tentang tertib administrasi pendaftaran calon pengantin. Salah satu syaratnya calon pengantin harus menyertakan buku kesehatan."Ini upaya kami agar calon pengantin mengetahui rekam jejak kesehatan reproduksi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, stunting merupakan balita mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. (eri/van)



Loading...