Cegah Pemadaman Listrik, Maintenance Tim PDKB Bertaruh Nyawa

Jumat, 18 Oktober 2019

Jumat, 27 Sep 2019, dibaca : 363 , udi, kris

SITUBONDO - Kunjungan hari pertama Media Gathering tahun 2019 PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengajak para jurnalis berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Desa Binor, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Tepat pukul 11.00 WIB Jumat (27/9) siang, 39 jurnalis dari berbagai media main stream tiba di Gardu Induk Tegangan Tinggi (Gitet) PLTU Paiton, yang bertugas mengaliri listrik untuk Jawa-Bali. PLTU yang diresmikan Presiden Soeharto ini memiliki sembilan unit pembangkit listrik se Jawa-Bali.
Hal itu dijelaskan Supervisor Sutet Paiton, Asep M. Yusuf yang menerangkan bahwa di PLTU Paiton memiliki sembilan unit pembakit tenaga listrik. Untuk unit 1 dan 2 yang berkapasitas 2x400 megawat (Mw).
Kemudian Unit 3 milik PT Paiton Energi Company (PEC) 1x800 mw, Unit 5-6 PT Jawa Power 2x610 mw, Unit 7-8 PEC 2x610 mw, dan Unit 9 PLN 1x660 mw. Totalnya PLTU Paiton memiliki tegangan listrik 4800 mw.
Secara kebetulan, saat para jurnalis melakukan kunjungan. Sekitar enam petugas tengah melakukan perbaikan saluran karena terjadi anomali hotspot. Atau Ketika konduktor yang dilewati oleh aliran arus listrik mengalami panas diatas 40 derajat. "Saat ini tengah dilakukan perbaikan anomali Hotspot. Ini karena konduktor mengalami panas diatas 40 derajat," ujar Asep kepada Malang Post, Jumat (27/9) siang.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kerusakan yang terjadi bisa kapan saja terjadi. Hal itu bisa membuat pelayanan listrik ke masyarakat terganggu. Agar saat dilakukan perbaikan distribusi listrik ke masyarakat tidak mati harus dilakukan dengan kondisi online atau kondisi listrik nyala. "Karena itulah harus benar-benar dilakukan oleh profesional dan juga menggunakan pakaian safety oleh pasukan elit yang tergabung dalam tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Karena jika tidak nyawa jadi taruhannya," imbuhnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut, ada berbagai faktor yang mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik. Mulai dari pemeliharaan rutin atau maintenance. Gangguan yang sering seperti Hotspot (terkait titik panas, red.) dikarenakan material yang sudah tua, polutan, bisa juga karena karena hewan yang melintas seperti ular atau tikus.
Dengan begitu untuk meminimalisir kerusakan dilakukan kontrol rutin setiap harinya. Yakni dengan ground patrol. Selain kerusakan di bagian dalam Sutet, permasalahan di luar Gitet  juga kerap terjadi. Beberapa yang menyebabkan pemadaman listrik dikarenakan pohon tumbang, crossing jalan, hingga pembangunan bangunan atau rumah. Untuk meminimalisir kerusakan di luar Gitet tersebut pihaknya terus berkoordinasi dengan masyarakat. (eri/udi)



Rabu, 16 Okt 2019

Cemburu, Suami Bakar Istri

Loading...

  Follow Us