Cak Sodiq Goyang GOR Ken Arok | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 309 , bagus, sisca

MALANG - Cak Sodiq dan New Monata  menggoyang GOR Ken Arok Kota Malang, kemarin. Penampilannya menjadi magnet hari ke-4 Pesta Rakyat HUT ke 41 FKPPI. Ia menghibur tak kurang dari 1.000 warga Kota Malang yang sengaja datang untuk bergoyang. Tak lupa membawakan lagu baru berjudul Balik Kanan Wae.
"Katanya diriku tercipta. Dari tulang rusukmu yang hilang satu. Nyatanya hidupku kau siksa hanya karena kuterlahir tak sempurna," seru salah satu biduan New Monata diatas panggung menyanyikan lagu milik Rita Sugiarto berjudul Tulang Rusuk.
Sementara itu, Cak Sodiq, dengan gaya ikoniknya juga ikut bergoyang di atas panggung mengikuti irama. Dengan berbaju batik hitam dan rambutnya yang gimbal ia pun ikut memainkan gitar akustik yang dibawanya sepanjang penampilan.
Sejumlah biduan New Monata silih berganti mendendangkan lagu lagu dangdut populer. Di 45 menit pertama saja 4 buah lagu sudah menghibur warga Kota Malang yang tumpah ruah.
Masuk ke lagu kelima, Sodiq memainkan irama dengan gitarnya membuka kunci pertama. Sontak pecinta dangdut langsung mengetahui lagu apa yang dibawakan.
"Masih membasah luka, yang dulu pernah kau cipta. Kau sayat kembali, di atas derita lama tak pernah menjadi impian," seru warga yang menonton mengikuti irama.
Lagu sedih berjudul "Benci Kusangka Sayang" dari penyanyi Malaysia Sonia ini mampu kembali membuat panggung dan penonton bergoyang ria. Lagu yang dibawakan biduan New Monata Lely Yuanita ini meskipun sedih membuat pecinta dangdut GOR Ken Arok bergerak riang.
Kesenangan ini, salah satunya diungkapkan Dino Rio, penonton yang sengaja hadir dari Pakisaji Kabupaten Malang.
"Yo golek Cak Sodiq ta (ya cari Cak Sodiq,red). Penggemar berat harus datang," jelas pria berambut pirang ini.
Ia mengaku bersemangat untuk datang kePesta Rakyat yang juga diisi parade gelar UMKM dan Multi Produk hingga Parade Kesenian Tradisional Rampak sejak dibuka pada 11 Oktober 2019 lalu. Dino menambahkan ia pun sudah lama tidak mendatangi pesta rakyat yang menghadirkan berbagai hiburan bagi warga.
Mulai dari pagelaran musik dangdut, seni tari, pameran umkm hingga parade kuliner semua ada.
"Suka. Di sini semua ada. Anak anak sampai dewasa bisa main ke sini. Coba ada terus tiap bulan," ungkapnya.
Suasana semakin lama pun semakin pecah. Lebih banyak penonton yang hadir. Apalagi ketika lagu "Satu Hati Sampai Mati" karya Thomas Arya feat Elsa Pitaloka didendangkan biduan Monata Alvi Damayanti.
Kurang lebih sejak pukul 19.00 WIB hingga 20.44 WIB tampil, Cak Sodiq dan New Monata sudah membawakan 7 buah lagu.
Usai biduan biduan New Monata memanaskan panggung. Giliran Cak Sodiq mengambil alih panggung Pesta Rakyat.
"Ayo dulur-dulur Arema. Matur nuwun kalian semua sudah damai. Ojo khawatir sing penting nyanyi bareng," ucapnya kepada ribuan penonton yang sedari tadi sudah menunggunya bersua.
Ia pun membawakan lagu "Cidro" yang dipopulerkan Didi Kempot. Gayanya santai, berjalan dari ujung panggung ke ujung panggung lainnya. Meski ia santai, penonton malah berjingkrak ria hampir semua bergoyang.
Pria kelahiran Pasuruan ini semakin memanaskan panggung Pesta Rakyat. Ia kemudian membawakan lagu "Mundur Alon-Alon" sambil meneriakkan "Salam Satu Jiwa" memeriahkan panggung Pesta Rakyat.
"Singo Edan Luar Biasa!" serunya kepada penonton yang dengan semangatnya ikut bernyanyi bersamanya di sela penampilannya membawakan lagu keduanya di Pesta Rakyat yang diselenggarakan FKPPI Kota Malang untuk juga merayakan HUT ke 74 TNI.
Sodiq juga memakai kesempatan ini untuk meminta dukungan atas nominasi penghargaan yang diterimanya. Ia baru saja dinominasikan sebagai "Artis Dangdut Solo Pria Terpopuler 2019" di Indonesia Dangdut Awards tahun ini.
Penonton pun menyambut riuh pengumuman ini. Sodiq dan kru New Monata kemudian melanjutkan penampilannya.
Lagu "Kelangan" menjadi lagu ketiga yang dibawakan Sodiq di atas panggung. Semakin pecahlah suasana Pesta Rakyat di GOR Ken Arok semalam. Setelah itu "Balik Kanan Wae" menjadi lagu ke empat dibawakan Sodiq. Terakhir membawa lagu pamungkas berjudul "Gede Roso".
Kepada Malang Post ia menyampaikan apresinya kepada warga Arema.
"Ada semangat Arema dalam diri saya. Arema selalu cinta damai. Ga ada kata lain, Malang indah sekali," pungkasnya saat ditemui usai acara.(ica/ary)



Loading...