Cak Nun Ajak Masyarakat Jaga Sumber Mata Air Brantas | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 02 Okt 2019, dibaca : 1989 , aim, kris

BATU - Kelestarian lingkungan, khususnya sungai dan sumber air Brantas menjadi pembahasan dan perhatian dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Selasa (1/10) malam.
Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian alam di Kota Batu. Mengingat Kota Batu, khususnya Desa Sumberbrantas menjadi wilayah hulu sumber air yang mengaliri 14 kota/kabupaten di Provinsi Jatim.  Ia  mengingatkan agar masyarakat Kota Batu tidak membuang sampah sembarangan.
"Sebetulnya, kata buang sampah kurang tepat digunakan. Tapi lebih tepat penggunaan kata taruh sampah. Karena kata buang sampah menyinggung perasaan Tuhan. Perlu diketahui juga tidak ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan," papar Cak Nun pada masyarakat yang hadir dalam Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng.
Tak hanya itu, Cak Nun menjelaskan, Indonesia pada umumnya masih rendah dalam mengurusi lingkungan hidup di tingkat internasional. Berbicara soal sampah, benda-benda tersebut tidak hanya dipakai kemudian dibuang.
"Sampah bukan masalah dipakai terus dibuang. Tapi urusan hati, masalah berpikir, budaya, dan kebiasaan sehari-hari. Dari konsep hati dan pikiran itulah seorang akan menjaga lingkungan di Sumber Brantas untuk Indonesia," bebernya.
Karena itulah, Kota Batu harus merintis satu kesadaran yang nantinya bisa menjadi contoh bagi dunia, yakni tidak ada buang sampah. Tapi taruh sampah.
Wali Kota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si yang turut hadir dalam Sinau Bareng Cak Nun menyampaikan, pemerintah terus aktif menjaga dan melestarikan lingkungan. Bukti itu diaplikasikan dalam kegiatan setiap minggunya bersama komunitas pecinta lingkungan adalah kegiatan sapu bersih sampah nyemplung kali (Sabers Pungli).
"Pemerintah Kota Batu dan masyarakat Kota Batu ikut aktif dalam menjaga lingkungan. Yakni dengan Sabers Pungli setiap minggunya," papar Dewanti.
Ia menambahkan melalui kegiatan tersebut, Sabers Pungli sudah hampir menginjak ke-100 kali digelar atau kurang lebih dua tahun berjalan. Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.
"Saya harap dengan adanya kegiatan ini juga harus ada kesadaran bagi semua masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Karena membuang sampah sembarang akan menimbulkan penyakit akan merusak lingkungan sungai," bebernya. (eri/aim)



Loading...