Buru Tahanan Kabur, Polresta Malang Terjunkan Tim Khusus | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Des 2019

MALANG - Polresta Malang Kota habis-habisan memburu DPO empat tahanan kasus narkoba yang kabur dari sel. Perburuan pun dilakukan secara terbuka dan tertutup oleh tim khusus. Yaitu, dengan melakukan penyisiran oleh Intelkam, Resmob dan anggota reserse lainnya serta jajaran Polsek. Termasuk, mengerahkan Satlantas Polresta Makota.
Dari pantauan Malang Post, ada beberapa lokasi yang sudah mulai disisir oleh para anggota reserse dan intel. Yaitu, rumah dari keluarga serta rekan para tersangka. Polisi masih merahasiakan di mana domisili dari para tersangka. Namun, sampai berita ini diturunkan, polisi masih berada di jalanan untuk memburu keberadaan empat tersangka.
Sementara itu, dari hasil penyisiran di sekitar lokasi Polresta Makota Jalan JA Suprapto, setidaknya ada tiga skenario utama yang berpotensi dilakukan oleh para tahanan kabur ini. Pertama, skenario melompati tembok belakang Polresta Makota, lalu menyisir Daerah Aliran Sungai Brantas.
Di sisi utara, ada jalur menuju Jalan Hasanuddin Dalam, yang letaknya sejajar dengan bantaran sungai lokasi Polresta Makota berada. Tanpa perlu menyeberangi sungai, mereka bisa naik ke area tersebut, meski harus blusukan di area terjal sekitar perkampungan Jalan Hasanuddin Dalam Klojen.
“Kalau orang memang bisa naik ke sini, tapi harus mbrasak-mbrasak dulu karena banyak rerumputan dan area dari bawah ke atas ini cukup terjal. Kalau malam, di sini banyak warga yang cangkrukan. Saya sendiri tidak mendengar ada kegaduhan semalam,” papar salah satu warga Jalan Hasanuddin kepada Malang Post, Senin sore.
Lokasi ini, berada di sisi barat kantor Bank OCBC NISP, dan tepat di samping selatan SDK Cor Jesu. Skenario kedua, mereka bisa menyeberangi sungai setelah melompat dari tembok belakang Polresta Malang Kota, dan menuju Oro-Oro Dowo. Di area ini, terdapat kampung gang 1, gang 4 dan gang 8.
Skenario ketiga, adalah para tahanan ini, melarikan diri ke arah selatan, menyeberangi bagian bawah jembatan JA Suprapto, dan menuju kampung putih Klojen. Kampung ini juga berada di bantaran DAS Brantas. Ada potensi pula, mereka bergerak menyisir sungai untuk menjauhi areal kepolisian, yaitu sekitar kawasan Samaan atau kawasan Kidul Dalem.
Tapi, skenario lewat masuk SMP Frateran setelah keluar dari tahanan juga tetap harus diperhitungkan. Karena, ada sebuah kerangkeng barang bukti di depan ruang Rupatama, yang lokasinya berimpitan dengan tembok pembatas SMPK Frateran. Semua skenario ini, memakai dua asumsi.
Yakni, ada orang lain yang melakukan penjemputan terhadap empat tersangka, atau mereka berjalan kaki menuju tempat persembunyian, yang disinyalir adalah keluarga atau teman dekat. Kapolresta Makota, AKBP Leonardus Simarmata, masih melakukan penyelidikan, tentang cara mereka melarikan diri.
“Masih kami selidiki, apakah mereka melarikan diri melewati area SMP, atau ke sungai belakang Polresta,” ujar Leo. Sementara itu, selain pengejaran secara tertutup, Polresta Makota juga melakukan penyisiran terbuka. Senin siang, Satlantas Polresta Makota, melakukan razia di utara Kota Malang.
Yaitu, kawasan Blimbing, tepatnya di kantor PDAM lama. Dalam razia yang dipimpin oleh Iptu M Syaiku tersebut, polisi lantas melakukan pemeriksaan surat-surat, STNK dan SIM. Tak hanya itu, petugas juga meminta para pengguna jalan, untuk mengeluarkan KTP sebagai identitas kependudukan yang harus diperiksa.
“Ini adalah razia rutin dari Satlantas, tapi sekaligus menjadi langkah antisipasi,” ujar Syaiku kepada Malang Post, diwawancarai di PDAM lama. Menurut Syaiku, tidak ditemukan adanya orang mencurigakan dalam razia ini. Tapi, ada beberapa pengguna jalan yang melakukan pelanggaran dengan tidak membawa surat lengkap.(fin/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Fino






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...