Buru DPO Sabu Kelas Bandar | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 13 Okt 2019, dibaca : 1227 , halim, fino

MALANG – Paska menggagalkan peredaran narkotika sabu seberat 730 gram, Satresnarkoba Polres Malang Kota masih getol melakukan penyelidikan lanjutan. Sampai Minggu (13/10), para polisi narkotika Malang Kota masih memburu pengedar yang menyuplai barang kepada lima tersangka yang sudah diamankan.
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander menyebut proses pengembangan masih berjalan. Karena, polisi narkotika Makota telah mengendus adanya petunjuk yang mengarah pada penyuplai kelas bandar yang memberikan sabu kepada lima tersangka yang dirilis di Polres Makota pekan lalu.
“Kami sudah mendeteksi penyuplai barang terhadap lima pelaku ini. Sudah terdeteksi. Sekarang, kami masih melakukan pengembangan dan memburu yang bersangkutan,” ujar Dony kepada wartawan di Polres Makota. Dony memaparkan, bandar atau pemasok barang sabu terhadap pelaku, memiliki mata rantai yang terus digerus oleh polisi.
Namun, berdasarkan keterangan Dony, pemutusan mata rantai narkotika, bukan hal gampang. Polri tidak akan bisa bekerja sendirian. Karena itu, Dony menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh elemen terkait, untuk mendorong pemberantasan jaringan narkotika secara represif, maupun preventif.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Lapas, Pemkot Malang, Kejaksaan, dan yang paling utama, adalah masyarakat. Karena, butuh kerjasama dari masyarakat untuk mendeteksi secara dini adanya peredaran dan jaringan narkotika di sekitarnya,” sambung perwira polisi dengan pangkat dua melati emas di pundaknya ini.
Dony mengungkapkan, banyak generasi muda dan kalangan menengah atas yang kini diincar oleh bandar narkoba. Malang menjadi sasaran pemasaran barang haram tersebut. Polres Makota memang sudah memiliki tim khusus yang bertugas mengejar para pengedar narkotika. Tapi, Polres Makota tak akan bisa berdiri sendiri.
“Kami sangat butuh peran masyarakat, karena dari situ kami bisa menerima informasi apapun. Baik lokasi, rumor, maupun orang yang dicurigai terlibat narkoba. Lewat keterangan masyarakat, kami bisa melakukan penangkapan terhadap bandar yang ingin merusak generasi bangsa,” tutup Dony.(fin/lim)



Loading...