Bupati Prihatin Kolam Tadah Hujan Mengalami Kekeringan | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Bupati Prihatin Kolam Tadah Hujan Mengalami Kekeringan

Selasa, 01 Okt 2019,

MALANG - Bencana kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang mendapat perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Malang. Selasa (2/10) Bupati Malang H.M Sanusi meninjau lokasi kekeringan di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang. "Kami datang untuk meninjau kondisi wilayah ini, sekaligus mencari solusi," katanya.
Saat melakukan peninjauan, Bupati dan rombongan tidak hanya berhenti di Balai Desa Putukrejo. Tapi dia juga meninjau embung Sumber Buntung di Dusun Alas Teledek, desa setempat. Dia sempat menggelengkan kepala, karena embung yang menjadi kolam tadah hujan airnya telah banyak berkurang. Bahkan di beberapa titik terlihat mengering.
Lantaran itu, Sanusi meminta Plt Kepala Dinas PU SDA, Aviciena dan Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, H Syamsul Hadi segera melakukan kajian. Apalagi Sanusi juga mendapat informasi di kolam tadah hujan ini terdapat sumber air. "Katanya ada sumber air di bawah. Makanya saya minta dinas terkait untuk melihat dulu. Kalau memang ada, itu kan bisa menjadi sumber, yang airnya bisa dialirkan ke rumah warga, dan  itu bisa mengatasi kekeringan," ungkapnya.
Sementara untuk jangka menengah, rencananya Pemkab Malang akan menggelontorkan bantuan untuk membangun sumur bor atau lainnya, menyelesaikan masalah kekeringan. Mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Malang ini mengatakan saat ini untuk mengatasi kekeringan pemerintah melalui Badan Penaggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah menyuplai air bersih, dan sampai saat ini masih berjalan.
Hal tersebut dibenarkan BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan. Sejak Agustus lalu, pihaknya sudah menyuplai air ke desa-desa yang mengalami kekeringan. "Total ada 11 desa di lima kecamatan yang mengalami kekeringan. Untuk kebutuhan air bersih kami melakukan droping," kata Bambang sembari mengatakan untuk droping air pihaknya juga disupport oleh Perumda Tirta Kanjuruhan dan sejumlah OPD di Kabupaten Malang. "Kami sediakan truk berisi air untuk kemudian di drop ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan," ungkapnya.
Untuk droping air diberikan sesuai dengan permintaan. "Air bersih kami ambil dari sumber-sumber terdekat," ungkapnya.
Sementara Direktur Utama Perumda  Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi mengatakan, droping air pihaknya menyediakan 10 truk. Droping air dilakukan  bergantian.  "Untuk jangka pendek penyelesaian mengatasi bencana kekeringan memberikan bantuan suplai air. Kami juga menyiapkan penanganan jangka menengah dan jangka panjang. Jangka menengah melakukan pengambilan air dari Bendungan Karangkates, kemudian dialirkan ke wilayah Kalipare dan sekitarnya," ungkapnya, seraya menambahkan penyelesaian jangka menengah ini pengerjaannya dimulai tahun depan. (ira/udi)

Editor : udi
Penulis : ira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...