Bupati Malang Melantik 581 Kepala SD Negeri | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Des 2019,

MALANG – Sebanyak 581 Kepala SD Negeri di Kabupaten Malang, Sabtu (14/12) dikukuhkan. Pengukuan dipimpin Bupati Malang H.M Sanusi di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim Kota Malang.
Dengan pengukuhan tersebut, Pemkab Malang memastikan tidak ada lagi sekolah dasar yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah.
Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah SH, M.Hum, ada beberapa sekolah dasar di Kabupaten Malang yang tidak memiliki kepala sekolah. Tapi, dengan pengukuhan yang dilakukan, jabatan kepala sekolah untuk sekolah dasar semuanya terisi. “Salah satu dasar pengukuhan ini adalah karena ada beberapa sekolah yang tidak memiliki pejabat kepala sekolah. Alhamdulillah, dengan pengukuhan hari ini semua sekolah Insya Allah sudah terisi jabatan kepala sekolahnya,’’ ungkapnya.
Tidak hanya pengisian jabatan, tapi pengukuhan jabatan kepala sekolah ini juga untuk melakukan mutasi kepala sekolah yang bermasalah. Nurman tidak menjelaskan detail sekolah masa saja yang kepala sekolahnya bermasalah. Tapi yang jelas, sebelum dilakukan pengukuhan atau mutasi, tim Baperjakat Kabupaten Malang lebih dulu melakukan penilaian.
“Dari hasil penilaian itulah, kami melakukan mutasi,’’ ungkapnya.
Nurman menjelaskan, selain 580 kepala sekolah dasar, pengukuhan juga dilakukan untuk 19 Kepala Sekolah Menengah Pertama, dua Kepala TK Negeri, dan satu Kepala Sanggar Kegiatan Belajar. “Hari ini juga dilakukan pengukuhan untuk kepala Puskesmas. Jumlahnya  30 orang,’’ tambah Nurman.
Dia mengatakan untuk total kepala sekolah dan Kepala Puskesmas yang dikukuhkan, adalah 633. Selai mengukuhkan, Bupati Malang juga melantik satu jabatan fungsional dokter ahli pertama, dan 15 orang pengangkatan pertama kali jabatan fungsional guru. “Jadi kalau ditotal secara keseluruhan jumlahnya ada 649 pegawai yang dikukuhkan dan dilantik,’’ ungkapnya. Nurman berharap, para kepala sekolah maupun kepala Puskesmas langsung bekerja dan melayani masyarakat.
Sementara itu, Bupati Malang H.M Sanusi dalam sambutannya mengatakan, mutasi dan pelantikan jabatan merupakan bagian dinamika pemerintahan. Tujuannya untuk penyegaran jabatan dan fungsi dari sebuah pemerintahan. Sanusi menguraikan, saat pegawai ditunjuk mengisi sebuah jabatan, maka disitu ada sebuah tanggung jawab besar tidak hanya kepada Tuhan, Negara, tapi juga terhadap masyarakat.
Sanusi mencontohkan, salah satunya adalah tugas pendidik. Seorang pendidik menurut dia memiliki tugas untuk pencetak calon pejuang pengisi kemerdekaan. Pendidik harus bisa mencetak pelajar maupun SDM yang unggul. Meski hal ini harus diimbangi dengan asupan gizi yang cukup.
“Jika suatu bangsa tidak sehat, maka tidak bisa berbuat apa-apa. Seiring dengan itu, Kebijakan dengan memberikan obat penambah darah kepada remaja putri., sangat tepat. Karena sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malang. Ia menilai meski terkesan sepele, namun asupan obat penambah darah ini punya pengaruh yang besar yakni menentukan generasi selanjutnya,’’ tambahnya.
Selain itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini juga mengatakan setiap bayi yang lahir harus di lakukan screening hipoteroit. Hal ini untuk mengetahui apakah bayi yang lahir ini mendapatkan asupan yang cukup atau tidak sehingga bisa diditeksi dini.
Seperti Nurman, Sanusi juga meminta pejabat yang baru dilantik untuk segera melaksanakan tugasnya dengan baik, profesional dan penuh tanggung jawab. “Tahun 2020 mendatang, focus Kabupaten Malang adalah meningkatnya kualitas SDM. Salah satunya dengan meningkatkan mutu dan kualitas Pendidikan,’’ tandasnya. (ira/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Ravika





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...