MalangPost - Bupati Malang Launching Lumbung Air Wakaf

Jumat, 10 Juli 2020

  Mengikuti :

Bupati Malang Launching Lumbung Air Wakaf

Rabu, 18 Des 2019, Dibaca : 783 Kali

MALANG - Global Wakaf bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) meresmikan Lumbung Air Wakaf, Rabu (18/12), di Desa Tunjungtirto, Singosari, Kabupaten Malang. Lumbung Air Wakaf memproduksi Air Minum Wakaf akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Setiap bulan ada 100 ribu karton air minum yang dibagikan.
Lumbung Air Wakaf dilaunching secara resmi Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi. Peresmian ditandai dengan penekan tombol sirine dan pelepasan beberapa kendaraan truk boks yang mengangkut Air Minum Wakaf untuk didistribusikan kepada masyarakat.
"Saya tekankan, program Lumbung Air Wakaf bagian dari agenda besar Global Wakaf dan ACT. Program ini untuk mengentaskan kemiskinan," ungkap Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin.
Dikatakannya, masalah air minum ke depan akan menjadi masalah luar biasa. Sebab, sekarang ini air minum sudah banyak dikomersialkan. Karena itu, Global Wakaf dan ACT membuat Lumbung Air Wakaf di semua provinsi, yang didanai dari dana wakaf para donatur.
Air Minum Wakaf didistribusikan secara gratis kepada masyarakat. Terutama di lembaga sekolah, pesantren, masjid, masyarakat miskin serta di setiap kegiatan keagamaan. Sehingga masyarakat tidak lagi terbebani masalah air minum.
"Setiap bulannya kami distribusikan 100 ribu karton. Program ini adalah terbaru di Indonesia, karena produksi air minum yang dibagikan secara gratis," terang pria yang juga Ketua sekaligus Pembina Yayasan Global Wakaf.
Disinggung untuk pengambilan sumber mata air, Ahyudin, mengatakan diambil dari mata air yang berada di Pasuruan. Mata air tersebut milik Global Wakaf dan ACT. Selain di Pasuruan, juga ada di beberapa tempat seperti Cirebon dan Sukabumi.
Sementara itu, Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi memberikan apresiasi pada Global Wakaf dan ACT yang memproduksi Air Minum Wakaf dan dibagikan gratis kepada masyarakat. Dengan program Lumbung Air Wakaf, setidaknya bisa mencukupi kebutuhan air minum untuk masyarakat di Malang Raya. Khususnya masyarakat Kabupaten Malang.
Menurutnya, Air Minum Wakaf gratis ini, selain membantu untuk mengentas kemiskinan, juga membantu program pemerintah dalam menekan angka stunting. Di Kabupaten Malang, angka stunting masih cukup tinggi di atas 10 persen.
"Air Minum Wakaf gratis untuk warga ini, bisa menekan angka stunting. Karena salah satu penyebab stunting, adalah masalah sanitasi. Yakni kurangnya kebutuhan air bersih," jelas Sanusi.
Lebih lanjut, Sanusi mengatakan, program Lumbung Air Wakaf yang diluncurkan Global Wakaf dan ACT merupakan terobosan baru. Karena air minum selama ini menjadi kebutuhan pokok. Diharapkan, pembagian air minum ini bisa merata kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Tidak hanya itu, Politisi PKB ini juga mengatakan, bahwa tahun 2020 nanti, Kabupaten Malang sudah tidak lagi kekurangan air bersih. Karena Pemkab Malang sudah menggandeng investor untuk membuatkan sumur bor dibeberapa titik wilayah Kabupaten Malang.
"Yang sudah terpasang ada 18 titik sumur bor. Sekarang ini kami sedang melanjutkan 20 titik lagi. Harapannya tahun 2020 sudah tidak lagi kekurangan air bersih," papar Sanusi.(agp/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agung