Malang Post - Bupati Malang H. M. Sanusi Siap Diawasi KPK

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Bupati Malang H. M. Sanusi Siap Diawasi KPK

Minggu, 19 Jan 2020

MALANG - Sejumlah daerah yang hendak menggelar Pilkada mendapat warning dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan KPK juga Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Fakta tersebut tak membuat Bupati Malang H. M. Sanusi khawatir, dia mengaku menyelenggarakan pemerintahan sesuai tupoksi.
Banyak pihak menyebutkan, jika penangkapan terhadap Saiful Ilah ini, dikaitkan dengan pesta demokrasi yang akan  digelar daerah tersebut tahun 2020 ini. Lebih-lebih, salah satu  calon yang digadang-gadang maju pilkada tersebut adalah anak dari Saiful Ilah, yaitu H. Ahmad Amir Aslichin.
Ini bukan kali pertama KPK melakukan penanganan perkara korupsi dengan kepala daerah yang hendak maju kembali dalam Pilkada. Sebelumnya, Wali Kota Malang Mochammad Anton, juga mengalami nasib yang sama. Maret Tahun 2018 lalu, dia ditahan KPK atas dugaan korupsi. Dia diduga memberikan janji kepada anggota DPRD. Anton ditahan, saat kampanye, di mana dia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang saat itu.
Dari dua fakta tersebut, dimungkinkan KPK melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada. Dan lebih spesifik, KPK melakukan pengawasan kepada kepala daerah yang akan maju kembali atau pesta demokrasi diikuti oleh anggota keluarga kepala daerah.
Disinggung dengan pengawasan KPK terhadap petahana, Bupati Malang H. M. Sanusi menjawab dingin.
“Ya gimana ya, tidak masalah itu,’’ katanya.
Sanusi mengatakan, KPK turun ke daerah-daerah melakukan pengawasan merupakan kewajiban. Di mana KPK menurut Sanusi  turun untuk melihat dan mengawasi serta mengamankan uang negara. “Ya tidak hanya menjelang Pilkada saja. Setiap saat KPK turun ke daerah. Kalaupun ada kepala daerah atau calon petahana yang terjjaring, pasti sudah diawasi lama,’’ katanya.
Ditanya apakah KPK sedang mengawasi Pemerintah Kabupaten Malang? Sanusi mengaku tidak tahu. Termasuk saat Malang Post menanyakan apakah dirinya merasa diawasi? Sanusi mengaku tidak merasa.
“Tidak, saya tidak merasa diawasi. Tapi kalaupun diawasi silahkan saja,’’ katanya.
Sanusi mengaku sama sekali tidak merasa takut ataupun was-was, jika diawasi oleh KPK. Itu karena dia mengaku telah menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya, dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
Sanusi sendiri menyebutkan, jika kalaupun ada pengawasan oleh KPK, tidak menyurutkan dirinya untuk tetap maju. Dia mengatakan, maju kembali dalam pesta demokrasi tahun 2020 ini karena ada perintah partai.
“Partai menunjuk saya untuk maju,’’ katanya singkat.
Dan saat itu menjadi perintah partai, polisisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini harus siap. “Penunjukan nanti dikuatkan dengan rekom dari Partai.Dan saat ini rekomnya masih belum turun,’’ tegasnya.
Tidak terkecuali dengan deklarasi, dikatakan mantan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kabupaten Malang ini juga menjadi kewenangan partai. Saat ini menurut Sanusi pihaknya hanya menunggu.
“Ya sabar dulu lah, semuanya masih proses. Rekomendasi, deklarasi dan pendamping, itu semuanya kewenangan partai, tepatnya adalah DPP (Dewan Pimpinan Pusat),’’ tandasnya.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...