Buktikan Kedigdayaan! | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 31 Agu 2019, dibaca : 947 , vandri, stenly

MALANG - Arema FC melakoni pertandingan terakhir putaran pertama Liga 1 2019 dengan menjamu PSIS Semarang, Sabtu (31/8) malam ini. Bermain di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, anak asuh Milomir Seslija ingin melanjutkan kedigdayaan atas tamu-tamunya.
Catatan pertandingan Arema, dalam enam laga home sebelumnya selalu berakhir dengan poin penuh. Kemenangan menjadi buruan Arema, demi menjaga posisi di papan atas klasemen kompetisi, yang akan memasuki masa jeda di awal September.
Stadion Kanjuruhan Kepanjen memang menjadi momok setiap lawan Arema di musim ini. Tim seperti Persebaya dan Persib Bandung dibantai ketika bermain di depan puluhan ribu Aremania. Persebaya harus kalah 0-4, sementara Persib pulang dengan tertunduk karena kalah 1-5. Tim lain yang kalah telak adalah Perseru Badak Lampung dengan skor 1-4.
Tidak hanya itu, Arema menang 3-2 atas Persela Lamongan, menang dengan skor yang sama atas Bhayangkara FC dan unggul 2-1 melawan Barito Putera. Sementara, kekalahan Arema di kandang sendiri di musim ini terjadi kala bermain di Stadion Gajayana, dan takluk 1-2 dari Tira Persikabo.
 Catatan tersebut menjadi ancaman bagi PSIS Semarang. Mereka harus siap meladeni penampilan agresif Dendi Santoso dkk. Padahal, kondisi mereka sedang terpuruk ketika away kali ini.
“Pertandingan terakhir di putaran pertama melawan PSIS, kami mau melanjutkan hasil bagus di kandang,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Menurut dia, Arema mendapatkan motivasi ekstra setiap kali bermain di kandang sendiri. Mereka tidak mau memberikan kesempatan tim lain mendominasi permainan sehingga bisa pulang membawa poin. Penggawa Singo Edan ingin memberikan pesta kepada Aremania yang setia mendukung.
Tidak hanya itu, pelatih dengan sapaan akrab Milo itu mengatakan, kemenangan sangat penting bagi timnya demi menjaga momentum mereka. Berada di papan atas, tentunya akan membawa semangat ekstra pada penggawa Arema melakoni putaran kedua mendatang.
Berbeda dengan musim lalu, Arema yang berada di zona merah ketika mengakhiri putaran pertama, untuk musim ini bahkan Arema bisa bersaing di jalur juara karena berpeluang menutup putaran pertama di tiga besar. Caranya, menang atas PSIS dan berharap Madura United tidak memenangkan laga melawan Kalteng Putra. “Kami harus terus mendapatkan poin dan naik di klasemen. Momentum tim ini sangat bagus,” terang dia.
Lantas bagaimana strategi Milo agar timnya bisa menang atas Laskar Mahesa Jenar? Timnya harus mengeluarkan tenaga ekstra di laga terakhir. Tidak boleh hanya sekadar menyerang seperti ketika melawan Bali United. Namun harus mengonversikan peluang menjadi gol.
Arema juga tidak boleh lengah terhadap lawan. Sebab, PSIS dianggapnya memiliki beberapa individu yang memiliki kualitas untuk melakukan serangan balik berbahaya. “Kami serius menghadapi laga ini. PSIS jangan berikan kesempatan melakukan serangan balik,” tambah pria asal Bosnia itu.
Milo menganggap, PSIS tetap bisa memberikan ancaman meskipun dalam kondisi naik turun. Enam laga tanpa kemenangan tim tamu, juga tidak akan menjadi patokan bagi Arema.
Asisten Pelatih Arema, Kuncoro mengatakan timnya harus bermain dengan gayanya ketika bermain di kandang. Agresif dan lapar kemenangan. Pasalnya, Arema memiliki tenaga ekstra bila bermain di depan Aremania.
“Menjadi tuan rumah itu, kami sudah unggul dukungan dari suporter. Tim tamu mungkin punya motivasi, namun mereka bisa habis ketika terus menerus dalam tekanan. Tekanan dari tim maupun dari suporter,” ungkapnya. Dia mengatakan, pemain Arema harus memaksimalkan keuntungan tersebut.  
Sementara itu, jelang laga malam ini, Arema belum memastikan bisa menurunkan Takafumi Akahoshi atau tidak. Sebab, Arema masih menunggu pengesahan sang pemain dari operator.
Hanya saja secara fisik dan kesiapan pemain, tim pelatih Arema memastikan bila pemain asal Jepang itu siap. Semua tergantung dari proses administrasi yang kini sudah diajukan untuk eks pemain Foolad Khuzestas tersebut.
Di sisi tim tamu, pelatih Bambang Nurdiansyah mengatakan timnya sudah berusaha maksimal ketika mempersiapkan diri melawan Arema. Mereka menyadari tim yang akan dihadapi adalah tim besar. Namun tetap berupaya mencuri poin di Bhumi Arema.
“Persiapan kita sudah maksimal. Kami tahu mereka tim kuat, tim besar. Apapun itu, kami siap curi poin di sini,” tegasnya.
Ia menuturkan, yang terpenting bagi anak asuhnya dalam pertandingan ini adalah motivasi. Dia meminta Joko Ribowo dkk memiliki motivasi untuk tidak sekadar bermain bola.
“Penting mereka bermain dengan hati. Mereka harus menjaga harga diri. Itu yang saya motivasikan kepada pemain. Jangan menganggap main sepak bola kalau kalah ya sudah, menang ya semoga,” urainya.
Pria yang pernah melatih Arema itu menyampaikan, dirinya belum bisa memberikan banyak hal kepada penggawa PSIS. Semenjak menggantikan Jafri Sastra, pria dengan sapaan Banur itu belum banyak incharge dengan pemain.
“Mungkin nanti di putaran kedua baru bisa. Sebab, sekarang pun tim ini harus bermain tiga kali dalam seminggu,” tambah dia.
Banur menyebutkan, timnya memiliki satu tambahan amunisi yang sangat penting di pekan ini. Striker Claudio Marini, yang sempat dicoret karena cedera, kini kembali direkrut oleh PSIS dan berpeluang bermain melawan Arema.
“Mungkin kami tidak berharap banyak. Saya coba beri kesempatan starter, untuk memberikan kepercayaan diri dia di putara kedua,” tandasnya. (ley/van)



Kamis, 12 Des 2019

Datangkan Hamka, Tetap Keropos

Kamis, 12 Des 2019

Gak Niat Menang!

Minggu, 01 Des 2019

Kemenangan Makin Jauh

Loading...