Bukan Kejadian di Wamena | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 22 Okt 2019, dibaca : 408 , halim, agung

MALANG - Akun Facebook milik Arni Maknun mengunggah beberapa foto ke grup IKA SMAS MAKASSAR dengan narasi, "COPAS" Nanaluc Nanaluc. Mengerikan Ini Baru yang namanya Aksi Teroris Biadab. Kejadian Di Wamena , bagusnya kasus ini aja diangkat Terus Biar Rezim ini sadar apa yang udah di lakukannya Dalam melindungi Rakyatnya, Innalilahi wa innalilahi rojiun semoga mereka yang meninggal Husnul Khatimah.
Namun, dari hasil penelusuran, ternyata faktanya peristiwa di dalam ketigafoto tersebut bukan terjadi di Wamena, melainkan terjadi di Tangerang, Lahore (Pakistan), dan Palembang pada tahun 2015 dan 2017.
Pencarian terhadap foto pertama mengarahkan pada situs [Wartainfo.com](http://wartainfo.com/) yang pernah mengunggah foto yang identik pada Februari 2015 dalam berita yang berjudul "4 Fakta Hendriansyah, Begal Motor yang Dibakar Massa di Tangerang".
Menurut berita itu, Hendriansyah dibakar oleh warga di Pondok Aren, Tangerang Selatan, karena hendak mencuri motor. Pelaku pencurian sebenarnya berjumlah empat orang. Tapi tiga pelaku lainnya berhasil kabur.
Hendriansyah merupakan warga Larangan Utara, Tangerang. Ia dibakar hidup-hidup oleh warga setelah sebelumnya dihajar hingga babak belur.
Foto kedua, yang memperlihatkan dua jenazah yang telah gosong karena dibakar massa, ditemukan diunggah pertama kali di forum [Documentingreality.com](http://documentingreality.com/) pada 17 Maret 2015 dalam thread yang berjudul "More Photos of the Lynchings of Two People by a Mob of Christians".
Pengunggah foto yang memakai nama akun Orion Mystery itu menuliskan keterangan bahwa dua jenazah itu gosong karena dibakar hidup-hidup oleh warga yang marah atas pengeboman dua gereja di Lahore, Pakistan, pada 15 Maret 2015. Warga menghakimi dua terduga pelaku itu dengan menghajarnya.
Akun Orion Mystery mengunggah 11 foto seri peristiwa itu, yakni sejak massa menghajar kedua terduga pelaku hingga massa membakarnya. Belakangan, diketahui bahwa salah satu dari korban yang tewas dibakar tersebut adalah seorang tukang kaca yang tidak terlibat dalam aksi pengeboman gereja itu.  
Dalam berita yang dimuat pada 16 Maret 2015 itu, tertulis bahwa saudara dari tukang kaca yang menjadi korban pembakaran itu, Muhammad Saleem, melapor ke kepolisian setempat atas aksi pembunuhan yang dilakukan oleh massa. Saleem mengatakan saudaranya bekerja sebagai pemotong kaca dan tidak ada hubungannya dengan pengeboman gereja di Lahore.
Dengan demikian, klaim bahwa foto kedua ini merupakan foto peristiwa yang terjadi di Wamena adalah keliru. Foto kedua ini telah banyak beredar di media sosial dengan narasi yang menyesatkan. Sebelum diklaim sebagai foto yang menampakkan kejadian di Wamena, foto tersebut pernah diklaim sebagai foto korban dari etnis Rohingya di Myanmar.
Foto ketiga, yang memperlihatkan dua pria dengan luka di sekujur tubuhnya, ditemukan pernah diunggah oleh situs [Sindonews.com](http://sindonews.com/) pada 20 Maret 2017 dalam berita yang berjudul "2 Begal di Palembang Sekarat Dihakimi Massa".
Kedua pria dalam foto itu, Mursal, 26 tahun, dan Jepry, 18 tahun, adalah warga Plaju, Palembang. Keduanya sekarat usai dihakimi massa karena mencuri sepeda motor di Jalan Talang Kelapa, Palembang, pada 18 Maret 2017. Dengan demikian, klaim bahwa foto ketiga ini merupakan foto peristiwa yang terjadi di Wamena adalah keliru.(agp/lim)



Rabu, 13 Nov 2019

Tewas Karena Ledakan Handphone

Senin, 11 Nov 2019

Tulisan Kaos Kuning Editan

Jumat, 08 Nov 2019

Penyumbatan Usus Karena Mie

Loading...