Bukan Dibakar Tapi Terbakar - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 01 Sep 2019, dibaca : 791 , Halim, Linda

Beredar sebuah video pembakaran masjid di Papua melalui sebuah group whatsapp. Video berdurasi 1.46 menit tersebut memperlihatkan kubah masjid yang terbakar hebat. Serta dibubuhi dengan kalimat "Masjid di Papua dibakar". Benarkah?
Setelah ditelusuri ternyata video tersebut adalah Hoax. Sebab video Masjid yang sedang terbakar dan disebarkan berantai di media social tersebut adalah Masjid Agung Belopa di Luwu, Sulawesi Selatan. Tepatnya di kompleks perkantoran Pemkab Luwu Kecamatan Belopa.
Dilansir dari Divisi Humas Polri melalui akun Instagram resminya menyatakan, kabar tersebut tidak benar. Kepolisian meminta masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyaring informasi yang diterima sebelum membagikannya.
Kepolisian menyatakan, peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah, kebakaran Masjid Agung Belopa di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan pada Selasa 29 Januari 2019 lalu.
"Penyebar berita hoax dapat dipidana sesuai dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman sampai dengan 10 tahun penjara," tulis akun @divisihumaspolri.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Dicky Sondani menyatakan, video viral masjid terbakar memang terjadi di wilayah hukumnya, tepatnya di Kabupaten Luwu pada akhir Januari lalu. Jajaran Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan telah melakukan patroli siber. Hasilnya, kepolisian menemukan konten-konten hoax bertebaran di media sosial sejak kerusuhan pecah di Papua.
"Sejak dua pekan terakhir pascakejadian di Papua, kian marak konten-konten hoax. Tim siber kemudian berselancar dan menemukan soal masjid itu di medsos. Sepertinya ada pihak-pihak yang memang sengaja melakukan provokasi, sebar gambar seperti itu supaya orang emosi," kata Dicky.
Hingga saat ini, polisi masih mencari pelaku penyebar foto hoax masjid dibakar di Papua tersebut. Namun dia menduga, foto itu disebar oleh akun-akun palsu. Ia memperingatkan penyebar berita hoax dapat dipidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. "Mari cegah hoax tentang Papua yang sengaja ditebar untuk memprovokasi. Lawan hoax dengan saring dulu sebelum sharing," tandasnya.(lin/lim)



Kamis, 21 Nov 2019

Monumen Ondel-Ondel

Selasa, 19 Nov 2019

Ahok di Tengah Dua Wanita

Loading...