Buka Wawasan Tentang Hukum Ketenagakerjaan | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 25 Agu 2019, dibaca : 387 , Udi, Imam

MALANG - Komisi Pendidikan (Komdik) Keuskupan Malang menggelar Workshop tentang Hukum Ketenagakerjaan yang diikuti 24 lembaga Katolik dari berbagai bidang. Baik bidang pendidikan, sosial maupun kesehatan.
Acara tersebut dimulai Jumat lalu hingga Minggu (25/8) kemarin. Dibuka langsung Dr. Fr. M. Monfoort, BHK, SE., M.Pd., MM., MH.,M.AP, Ketua Komdik Keuskupan Malang. Workshop digelar di Rumah Retret Andreas Fey dan dihadiri puluhan peserta, terdiri dari guru, suster, frater dan para pimpinan lembaga Katolik di bawah naungan keuskupan Malang.
Acara workshop diawali dengan misa pembukaan yang dipimpin Rm. Sukamto, CDD, Wakil Ketua Komdik Keuskupan Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Frater Monfoort mengungkapkan, tujuan digelarnya workshop sebagai upaya memberikan pemahaman kepada lembaga Katolik Keuskupan Malang akan aturan-aturan ketenagakerjaan.
Sebab menurutnya, selama ini tidak banyak yang mengerti akan aturan tersebut, sehingga seringkali terjadi masalah yang merugikan. Baik untuk pekerja ataupun pemberi pekerjaan. "Kalau sudah ada aturan yang jelas dan semua mengerti akan aturan tersebut, maka kedua pihak akan merasa nyaman," katanya.
Pria yang juga Ketua Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Malang ini menambahkan, ketika aturan sudah ditetapkan maka masing-masing akan berhati-hati. Alias tidak semena-mena mengambil keputusan. "Kami ingin semua lembaga memiliki peraturan yang jelas, lebih berpihak pada orang marginal di dalam tata tertib dan budaya kerja. Dengan menghidupkan  budaya hati pada nilai profesionalisme," ujarnya.
Kepada Malang Post, ia mengungkapkan workshop tentang ketenagakerjaan kerjaan baru pertama digelar oleh Keuskupan Malang. Berawal dari banyaknya masalah yang terjadi akibat tidak adanya aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban pekerja.
Selama ini banyak lembaga yang tidak mengetahui tentang aturan yang sesuai standar dan aturan undang undang. Sehingga banyak hal yang menjadi hak dan kewajiban pekerja dan pemberi kerja terlewat begitu saja. "Dunia semakin terbuka. Dengan adanya workshop ini tidak ada lagi yang merugikan hak-hak orang lain," tandasnya.
Pria asal Flores ini menerangkan, bahwa Gereja Keuskupan Malang adalah gereja partikular sebagai bagian dari gereja universal. Dan selalu berusaha meningkatkan kehidupan dan kekudusannya serta lebih giat melaksanakan misinya.
Berkenaan dengan itu, maka gereja Katolik keuskupan Malang senantiasa berusaha semakin mengerti norma dan hukum negara serta lebih tepat menerapkan dalam pengembangan visi dan misinya. "Gereja Katolik harus menerapkan hukum dan norma yang ada, dengan memperhatikan hak dan kewajiban umat beriman. Agar umatnya tentram dalam bekerja. Sehingga kasih dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata," pungkasnya. (imm/sir/udi)



Loading...