Budak Sabu-sabu | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 1570 , Halim, fino

MALANG - Jangan coba-coba narkoba, apabila tak mau masa depan suram. Nasib Priyanda, yang berusia 20 tahun, warga Jalan Sampurna Tengah Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang, kini tak lagi cerah. Karena, dia ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Malang Kota sebagai pengguna sabu-sabu.
Priyanda, kini mendekam di sel tahanan Polres Makota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Senin siang, Kapolres Makota AKBP Asfuri menanyai Priyanda saat rilis di halaman depan mako Jalan JA Suprapto Kecamatan Klojen.
Kepada Kapolres, Priyanda mengaku hanya menggunakan sabu-sabu. “Dia mengaku baru sekali dan baru-baru ini saja menggunakan sabu-sabu,” ujar Asfuri kepada wartawan. Penangkapan terhadap Priyanda terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2019. Sekitar pukul 21.30, polisi yang menerima informasi tentang adanya terduga pengguna sabu, menyisir Jalan Kyai Abid FA, Kedungkandang.
Hasilnya, petugas mendapati Priyanda di pinggir jalan. Dalam penangkapan, polisi menyita dua bungkus plastik klip berisi remah-remah kristal putih bening, yang akhirnya diketahui sebagai metamfetamin atau sabu-sabu. Beratnya adalah 0,75 gram. Dua plastik klip, disimpan dalam bungkus rokok.
Satu handphone merek Oppo, juga diamankan dari Priyanda yang kini berstatus tersangka. Dia dikenai pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara, maksimal 12 tahun. “Pengembangan petugas lapangan, juga sekaligus mengarah pada pengedar yang diduga menyuplai barang untuk tersangka ini,” kata Asfuri.
Hasil pengembangan terhadap penangkapan satu budak sabu, polisi narkotika Malang Kota membekuk pengedarnya,  Yusron, 28, warga Mergosono, Ciptomulyo yang tinggal di Perum XI, Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang.
“Saat penggerebekan, tersangka sedang dalam kondisi tertidur,” kata Iptu Rachmad Ridho Satriyo, Kasatresnarkoba Polres Makota, kepada Malang Post, usai rilis di mako Jalan Jaksa Agung Suprapto Klojen, Senin siang. Begitu digerebek, Yusron tak bisa mengelak.
Petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, satu bungkus sabu, seberat 7,34 gram diamankan dari Yusron. Tak hanya itu, Yusron ternyata juga menguasai 44 box berisi masing-masing 1.000 butir dobel L, atau 44 ribu butir. Ada pula, 22 butir dobel yang tersimpan dalam plastik kecil.
“Dia menjual dengan sistem ranjau. Dia berhubungan lewat telepon dengan pengguna, setelah ada transfer, sabu diranjau dan diberitahukan kepada pembelinya. Dia mengaku mendapat komisi Rp 50 ribu dari tiap penjualan sabu satu gram seharga Rp 600 ribu,” ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri.
Yusron kini harus mendekam di sel tahanan untuk menanti palu hukum jatuh kepadanya. Yusron terancam pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Dia mengaku belum sempat menjual puluhan ribu dobel L itu. “Baru jual ini 4 bulan belakangan. Saya jualnya ke orang umum, tidak ke mahasiswa atau pelajar,” aku Yusron saat diinterogasi Kapolres Makota.
Kini Polres Malang Kota sedang memburu satu tersangka yang diduga menjadi bandar penyuplai bagi Yusron, 28, warga Mergosono Kelurahan Ciptomulyo yang tertangkap sebagai pengedar sabu 7,34 gram. Setelah interogasi, polisi mendapatkan satu nama yang diklaim oleh Yusron sebagai bandarnya.
“Kami mendapatkan satu nama, inisial D, yang diduga menjadi penyuplai sabu untuk tersangka yang tertangkap inisial YS,” ujar AKBP Asfuri. Tersangka inisial D ini, diakui oleh Yusron sebagai pemberi sabu.
Dalam pengakuannya kepada polisi, Yusron mendapatkan sabu dari pria inisial D. Dari pria ini, Yusron membeli sabu satu gram seharga Rp 550 ribu, sebelum menjualnya lagi menjadi Rp 600 ribu. Dari hasil penggalian keterangan, polisi mendapatkan domisili dari pelaku inisial D. “Dari pengakuan tersangka, penyuplai sabu berasal dari Jember,” tambah Asfuri.(fin/lim)



Loading...