Bripka (Purn) Seladi Setelah Purna Tugas, Masih Kumpulkan Sampah, Sering Jadi Motivator Sekolah-Sekolah | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 07 Nov 2019, dibaca : 7572 , bagus, amanda

Ruang Prodi Akupuntur Rumah Sakit Tentara (RST) Dokter Soepraoen dipenuhi puluhan mahasiswa. Mereka mahasiswa D3 Akupunktur dan TNI dari Bangkalan, Palembang hingga Aceh. Para mahasiswa ini mengikuti kelas kepribadian oleh Drs. Hariadi dengan bintang tamu Bripka (Purn) Seladi. Pria yang dulu berdinas di Polres Malang Kota dikenal sebagai polisi juga memiliki pekerjaan memilah sampah.

Ya, hari itu Seladi memang menjadi bintangnya. Ia menceritakan perjalanan hidupnya sehingga membuat mahasiswa begitu terpukau. Secara bergiliran, mereka mengacungkan tangan untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada pria yang telah purna tugas sejak tahun 2017 itu.
Salah satu mahasiswa dari Yonkes 2 Karangploso, Slamet Jayadi memberikan pertanyaan, yakni apa yang memotivasi Seladi untuk memilih menjadi pemulung. Sekaligus, bagaimana mengusir rasa gengsi yang dimiliki. Dengan rendah hati, Seladi menjawab, bahwa ia sempat mengalami berbagai macam kesulitan ekonomi ketika berdinas. Salah satunya, anak sulungnya yang harus dirawat di rumah sakit karena malaria dan ia tidak memiliki biaya.
"Saya sampai menangis di dalam batin hingga keluar air mata. Di sana, saya berdoa dan mimikirkan upaya bagaimana keluar dari kesulitan," kata dia.
Kemudian, muncul kembali pertanyaan dari mahasiswa D3 Akupunktur, yakni Edo Luis. Bagaimana respons keluarga terhadap profesi sampingannya itu. Seladi menguraikan, sang istri sempat keberatan dan anak-anaknya merasa malu.
"Istri saya bilang, saya nyusuh. Bahkan, anak saya juga sempat malu. Ketika saya jelaskan keadaan saya, mereka merasa tidak tega. Saya berusaha tetap tegar dan mereka justru ikut membantu saya mengumpulkan sampah," urai Seladi yang disambut tepuk tangan.
Sekelumit aktivitas tersebut adalah kegiatan rutin yang dilakukan Seladi saat ini. Selain menghabiskan waktu untuk mengumpulkan sampah, ia juga sering mengisi kelas motivasi di beberapa sekolah.
"Selain di sini, saya juga mengisi di SMPN 2 Ampelgading, SMKN 6 Malang dan lainnya," jelas ayah tiga anak ini.
Sehari-hari, Seladi masih mengayuh sepeda dari rumahnya yang terletak di kawasan Gadang menuju TPA Lowokdoro.
"Biasanya, mulai pagi sampai sore saya di Lowokdoro. Setelah mengumpulkan sampah dari beberapa tempat, dibawa ke Lowokdoro untuk dipilah di sana," kata dia.
Di Lowokdoro, ia mempekerjakan sekitar lima orang warga lainnya. Rata-rata, mereka merupakan warga yang tidak memiliki tempat tinggal. "Saya bantu mereka untuk bekerja dan mencari uang. Mudah-mudahan bisa membantu," ujar Seladi.
Hal tersebut bisa membantunya dalam hal ekonomi. Apalagi, saat ini, istrinya juga membantunya mencari nafkah dengan menjual botol plastik untuk wadah jamu.
"Istri saya mengolah botol plastik yang saya dapatkan untuk botol jamu, lumayan kalau dijual dan ditawarkan ke warga," lanjut dia.
Jika ada waktu luang, Seladi juga menyempatkan diri untuk berkeliling Kota Malang dengan sepedanya itu. Sesekali, ia sering terlihat di warung yang terletak di belakang Balai Kota Malang. "Memang senangnya jalan-jalan menggunakan sepeda. Apalagi, menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan yang ada," pungkas Seladi.
Sementara itu, Drs. Hariadi menambahkan, ia sengaja mengundang sosok Seladi untuk memberikan motivasi kepada para mahasiswanya. "Saya ingin memberikan motivasi positif kepada para mahasiswa. Sebab, sosok pak Seladi ini menginspirasi. Penuh semangat, mulai semua dari nol dan ikhlas," papar pria berkacamata ini.
Owner Rumah Makan Ringin Asri ini juga ingin memberikan bekal kepada mahasiswanya agar optimis memandang masa depan. "Saya ingin ubah mindset mereka agar lebih maju. Sehingga, ke depan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang sukses," pungkas dia.
Ternyata, antusias mahasiswa juga tak berhenti sampai di situ. Seusai acara, para mahasiswa banyak yang mengantre untuk berfoto bersama Seladi. Bahkan, mereka juga masih mengajukan pertanyaan dan bertukar nomor ponsel.(Amanda Egatya/ary)



Kamis, 05 Des 2019

Kelola Dua Bisnis di Kepanjen

Loading...