MalangPost - BRI Bisa Jadi Cluster Baru

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

BRI Bisa Jadi Cluster Baru

Rabu, 08 Jul 2020, Dibaca : 3618 Kali

MALANG - Masyarakat yang masuk di Gedung Bank BRI di Kota Malang harus berhati-hati dan harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Ini sangat perlu menyusul kabar adanya karyawan BRI di Jalan RE Martadinata Kota Malang yang terpapar Covid-19. Bahkan, ada seorang karyawan bank itu yang meninggal dunia setelah menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19.

 

Informasi yang berkembang ramai di percakapan online grup WhatsApp (WA) pada Selasa (7/7/2020) menyebutkan bahwa BRI Cabang Malang di Jalan RE Martadinata Kota Malang menjadi kluster baru penyebaran COVID-19. Karyawan BRI yang meninggal 2 orang. Saat ini kantor BRI itu ditutup untuk sementara waktu.

Saat Malang Post mendatangi Kantor BRI di Jalan RE Martadinata pada Selasa kemarin, tampak aktivitas pelayanan berjalan normal. Namun, unit pelayanan dipindahkan di gedung lain yang masih dalam kompleks perkantoran itu.

 

Sedangkan gedung layanan utama ditutup. Tampak dua orang satpam mengenakan alat pelindung diri (APD) face shield berjaga di gedung BRI itu. Saat dikonfirmasi mengenai kabar adanya karyawan BRI terpapar Covid-19, satpam itu mengtakan bahwa hal itu hoaks. Saat Malang Post meminta untuk bisanyabertemu dengan pimpinan BRI untuk konfirmasi masalah ini,petugassatpam itu menyatakan pimpinannya sedang tidak ada di tempat.

Namun, sesuai rilis yang disampaikan Humas BRI Kanwil Walang, Rahman Arif, bahwa terkait dengan status pekerja BRI yang berstatus positif Covid-19, telah melakukan langkah-langkah antisipatif dan koordinasi dengan pihak terkait. “BRI telah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan kordinasi bersama beberapa rumah sakit rujukan pemerintah di Kota Malang untuk segera melakukan perawatan pekerja itu,” ujar Rahman Arif.

 

Selain itu,lanjut dia, BRI juga sedang melakukan koordinasi dan pemantauan bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk pekerja yang memiliki gejala atau indikasi tidak sehat, saat ini BRI telah melakukan tindakan cepat diantaranya melakukan observasi dan tes.

“Kami juga tengah melakukan tracing atas aktivitas dan kontak yang dilakukan oleh pekerja terpapar untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan disekitar,” papar Rahman Arif.

 

Sebagai upaya memberikan proteksi dan keamanan bagi pekerja dan nasabah BRI, saat ini pihaknya menutup Kantor Wilayah Malang untuk dilakukan sterilisasi guna menekan penyebaran Covid -19. Penutupan dilakukan dalam batas waktu yang belum ditentukan. Sebagai alternate site, pelayanan dan operasional dipindahkan ke gedung baru yang terletak di alamat yang sama. “Kami memastikan pelayanan kepada nasabah dapat terus berjalan normal dengan selalu menerapkan protokol kesehatan pelayanan,” kata Rahman Arif.

 

Humas Satgas Covid-19 Kota Malang yang juga Kabaghumas Pemkot Malang, Drs Nur Widianto, saat dikonfirmasi hal ini mengatakan, dia belum mendapatkan informasi dan tidak pernah menerima data update Covid-19 terkait nama lembaga. Memang pada up date data Covid-19 per Senin (6/7/2020), ada seorang PDP yang positif Covid-19 meninggal dan dia dari salah satu institusi.

Dari melihat alamat tempat tinggalnya di Bareng, Kecamatan Klojen, dia memang dari salah satu BUMN. Untuk langkah selanjutnya dengan kasus ini, lanjut Nur Widianto, Satgas Covid-19 Kota Malang mengambil langkah tarcing keluarga, lingkungan keluarga, orang-orang yang menjalin kontak erat, dan tracing di lingkungan kerjanya. “Kami juga mencari data riwayat perjalannya,” kata Nur Widianto.

 

Langkah lainnya juga melakukan isolasi mandiri terhadap lingkungan keluarga yang terpapar positif. “Kami tidak langsung melakukan isolasi tingkat kampung, namun lingkungan keluarganya. Untuk isolasi tingkat kampung, tentu kami lihat dulu perkembangan dari penyebaran Covid-19 itu,” jelas Nur Widianto.

 

Untuk menekan angka Covid-19 yang kini mengubah status Kota Malang menjadi zona merah, Wali Kota Malang, Drs Sutiaji dan Wawali Sofyan Edi Jarwoko bersama Forpimda tak henti-hentinya terus melakukan operasi gabungan (Opsgab). “Pada Selasa (7/7/2020) malam sasaran Opsgab adalah tempat tongkrongan sekitar kampus di wilayah Lowokwaru,” ungkap Nur Widianto.

 

Seperti diketahui, angka poisitif Covid 19 di Kota Malang terus mengalami kenaikan. Sesuai update dari satgas Covid-19 Kota Malang, jumlah yang positif Covid-19 bertambah 12 orang, sehingga total mencapai 290 orang. Dari jumlah itu, yang sembuh 71 orang, meninggal 23 orang, dan masih dalam perawatan sebanyak 196 orang.(jof/ekn)

Editor : Redaksi
Penulis : Jofan