Bocah di Ngijo Karangploso Hilang Diduga Terseret Arus

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Bocah di Ngijo Karangploso Hilang Diduga Terseret Arus

Senin, 10 Feb 2020, Dibaca : 2403 Kali

MALANG - Warga Dusun Ngepeh Desa Ngijo Kecamatan Karangploso, Senin (10/2/2020) petang, gempar. Moh Rafa Alfaris, hilang. Diduga bocah 3,5  tahun hanyut di saluran air tidak jauh dari rumahnya. Dugaan itu dikuatkan dengan payung yang dibawa korban ditemukan tidak jauh dari saluran air tersebut. Sampai dengan saat ini, pencarian kepada korban terus dilakukan.
Kapolsek Karangploso AKP Effendy Budi Wibowo, saat dihubungi Malang Post menjelaskan, korban kali terakhir diketahui bermain di halaman rumah oleh neneknya.
“Saat itu sekitar pukul 17.00 WIB, hujan deras, dan korban terlihat bermain di halaman rumah,’’ kata Kapolsek.
Saat itu sang nenek sempat meminta korban masuk rumah. Alih -alih menurut, sebaliknya korban justru membawa payung keluar rumah. “Nenek korban sempat bertanya hendak ke mana, dan korban menjawab akan ke rumah Pakdhenya,’’ tambah Kapolsek.
Sang nenek pun tak mengantar, karena rumah yang akan dituju tidak jauh dari rumah korban. Kecurigaan baru muncul saat hari mulai gelap. Di mana Rafa tidak kunjung kembali ke rumah. Sehingga sang nenek pun mendatangi rumah salah satu keluarganya, di mana tempat Rafa pamit bermain.
“Saat neneknya menjemput, ternyata korban tidak ada. Dan keluarganya mengatakan korban tidak ke sana,’’ ungkap Effendy.
Seketika itu juga nenek korban panik. Terlebih dia menemukan payung cucunya itu ditemukan di dekat saluran air, yang saat itu airnya mengalir deras.  Warga pun melakukan pencarian. Beberapa juga melapor ke Polsek Karangploso, serta menghubungi PMI dan BPBD Kabupaten Malang, yang kemudian langsung melakukan pencarian.
“Saat ini air di saluran airnya sudah kecil. Tapi korban belum ditemukan,’’ kata Kapolsek.
Dia mengatakan aliran saluran air itu menuju Sungai Bodo.  Pencarian terus dilakukan. Namun pihaknya membatasi pencarian agar tidak sampai ke sungai. Sebab arus sungai hingga semalam masih sangat deras.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika