BLK Wonojati Kembangkan Pengolahan Hasil Pertanian | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 19 Jan 2020,

MALANG – Kegiatan Jalan Sehat yang digelar BLK Wonojati, Singosari Minggu (19/1), dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Provinsi Jawa Timur, Himawan Estu. Orang nomor satu di Disnakertran Provinsi Jatim tersebut memberikan apresiasi kepada BLK Wonojati.
Himawan menyebutkan, jika sejak berdiri tahun 1951, BLK Wonojati terus menunjukkan perkembangannya. Salah satunya, adalah jumlah siswa yang terus bertambah. “Ini salah satu upaya untuk terus mengenalkan kepada masyarakat. Harapannya, siswanya semakin bertambah, dan BLK Wonojati semakin maju, serta memberikan manfaat lebih luas,’’ katanya.
Himawan juga mengatakan, BLK Wonojati sangat istimewa. Karena BLK ini bergerak di bidang pelatihan pengolahan hasil pertanian. “Dulu BLK ini bidangnya adalah transmigrasi. Tapi sekarang bergerak di bidang pengolahan pertanian. Harapan kami, Wonojati ini jadi BLK modern, khusunya untuk pengolaan hasil pertanian,’’ ujarnya.

   Baca juga : BLK Wonojati Beri Santunan Anak Yatim dan Gelar Jalan Sehat


Selain itu, di BLK Wonojati juga mengelola café. Dia berharap kopi yang dijual di café tersebut diolah sendiri, dengan teknologi yang dimiliki. “Sehingga tidak hanya menjual kopi yang hanya disajikan, tapi  kemasan dapat dinikmati banyak orang. Sehingga tahun depan makin diterima masyarakat, hasilnya juga dapat meningkatkan kompetensi di masyarakat. Dengan begitu dapat meningkatkan kemampuan daya saing dan mendapatkan  kesempatan bekerja serta pendapatan yang lebih besar,’’ jelasnya.
Himawan tidak memungkiri, untuk masuk dalam dunia industry yang sudah memiliki tingkat teknologi 4.0 atau 5.0, memang susah. Alasannya, karena anggaran yang minim. Dia menyebutkan, BLK Wonojati yang memasuki usia 69 tahun, banyak peralatan di BLK yang juga usianya sudah tua. “Karena itu, untuk bisa masuk pada industry teknologi 4.0 atau 5.0 ya harus ada perbaikan. Mulai dari pengetahuan, infrastruktur dan lainnya, harus dibenahi. Jika semua itu dipenuhi maka tahun 2024 BLK Wonojati dapat menjadi BLK yang mandiri, dan mampu bersaing dengan baik,’’ tandasnya.
Pada bagian lain, Himawan mengatakan, di BLK Wonojati, yang minim anggaran dapat dicover jika BLK Wonojati dapat menjalin kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta. Dia tak memungkiri, jika di BLK Wonojati banyak lahan kosong yang dapat dimaksimalkan pengelolaannya. “Yang paling penting, melakukan proses PPP (Publik Private Patnership) menghadirkan pihak swasta untuk mendukung kegiatan, dari situ hasilnya untuk memperbaiki yang kurang. Kita harus tahu dukungan anggaran saat ini sangat terbatas. Sehingga agar semuanya dapat dicover, salah satunya menjalin kerja sama dengan pihak swasta,’’ pungkasnya. (ira/adv/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Ira Ravika



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...