Bincang Alumni, MIN 1 Kota Malang Hadirkan Kepala BNI Eropa | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 29 Agu 2019, dibaca : 640 , Rosida, Imam

MALANG - Alumni MIN 1 Kota Malang Desi Irawati, Ph.D. FERSA., menangis saat berkunjung ke madrasah tempat ia belajar 26 tahun yang lalu. Ia terharu saat dirinya disambut dengan lantunan salawat nabi oleh para siswa. Kerinduannya akan suasana islami yang telah lama tidak ia rasakan, telah terobati.
Lebih-lebih MIN 1 Kota Malang merupakan tempat ia menimba ilmu dan berjasa besar hingga sukses seperti saat ini. Lulusan MIN 1 Kota Malang, tahun 1993 ini kini menjadi Kepala Perwakilan BNI di Eropa. Ia telah lama tinggal di Belanda bersama suaminya yang asli negara kincir angin tersebut.

Di momentum pulang kampungnya kali ini, ia menyempatkan diri berkunjung ke MIN 1 Kota Malang. Rabu (28/8) kemarin, ia disambut oleh guru dan siswa madrasah di Jalan Bandung ini. "Saya rindu suasana begini, di Belanda jarang sekali terdengar suara adzan," ucapnya sambil menangis.
Dalam pertemuan yang dibingkai dalam acara Bincang Santai Bersama Alumni ini, Desi menyampaikan banyak hal untuk memotivasi para siswa. Di hadapan guru dan 284 siswa kelas 6, Desi mengatakan bahwa saat sekolah dirinya bukan termasuk siswa yang pintar, tetapi siswa yang rajin belajar.
Ia juga tidak mempunyai kiat yang macam-macam untuk mencapai keberhasilan. Selain rajin belajar, ibadah sunnah seperti salat tahajud dan Puasa Senin Kamis tetap Istiqomah dijalaninya hingga saat ini. "Yang paling penting berbakti kepada orang tua, terutama ibu," teganya.
Lulusan Universitas Brawijaya ini mempunyai kesan tersendiri selama menjadi siswa MIN 1 Kota Malang. Menurutnya, madrasah tersebut merupakan lembaga pendidikan yang sejak dulu mengajarkan tentang adab dan tingkah laku yang luhur. Tidak hanya sekadar teori, tetapi juga praktik hingga menjadi pembiasaan.
Sementara pada zamannya dulu, sekolah lain juga mengajarkan tentang budi pekerti, yang saat itu disebut pendidikan moral dan pancasila. Tetapi orientasinya pada nilai bukan tingkah laku. "Sekolah dulu dibilang berprestasi kalau nilai ebtanasnya (sekarang, Ujian Nasional) bagus, bukan karakter siswanya," kata dia.
Pendidikan akhlak yang ditanamkan oleh guru-guru MIN 1 Kota Malang, jauh sebelum diluncurkannya pendidikan karakter oleh pemerintah, telah mengakar dalam diri Desi. Sampai sekarang ajaran tentang akidah dan akhlak menjadi benteng yang kuat dalam dirinya. Terlebih ia hidup di Eropa dimana muslim minoritas. "Alhamdulillah saya tetap menjadi muslim yang Istiqomah menjalankan syariat sesuai ajaran guru," imbuhnya.
Desi berpesan agar siswa-siswi MIN 1 Kota Malang menjadi generasi yang pemberani. Ia juga memotivasi siswa untuk tidak takut keliling dunia. "Dimana pun kalian berada tetap itu Bumi Allah, jangan takut ada Allah yang jaga kita," tandasnya.
Humas MIN 1 Kota Malang, Zaidi, M.Pd mengatakan orang luar biasa tentu memiliki kisah perjalanan hidup yang juga luar biasa. Oleh karena ia berharap, Desi sebagai alumni MIN 1 Kota Malang, berbagi pengalaman agar bisa membuat siswa semakin bersemangat. "Dengan mendatangkan orang sukses seperti beliau diharapkan ada nilai-nilai luar biasa yang bisa dipelajari anak-anak kami," ujarnya. (imm/oci)



Loading...